"Saya tidak pernah melihat bandara internasional yang berantakan pengelolaannya seperti Polonia. Kondisinya seperti terminal bus saja," kata anggota DPR dari FPAN Nasril Bahar dalam perbincangan dengan detikcom, Minggu (2/12/2007).
Dalam kasus ini, Nasril menepis adanya dugaan sabotase. Faktanya, bandara akan tetap dipindahkan ke Kuala Namu, jika proyek telah selesai. Yang terjadi hanya unsur kecerobohan saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang mengherankan, lanjut Nasril, sistem pencegah kebakaran justru tidak baik di bandara ini. Terbukti sudah dua kali kejadian kebakaran dalam dua tahun terakhir.
Pada 9 Maret 2006, kebakaran menghanguskan seluruh terminal kedatangan internasional yang disebabkan arus pendek listrik. Sementara kebakaran yang kedua ini juga diduga bermula dari listrik.
(rul/ary)











































