Musibah kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura, Minggu (2/8), membuat satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan dua anak sempat terpisah. Ayah dan balita berusia 2 tahun melompat ke laut secara terpisah dengan ibu, yang bersama anak pertamanya.
Mereka dievakuasi dalam kapal penolong yang berbeda. Balita itu dievakuasi pada Senin (3/8) dini hari bersama ayahnya dan langsung dibawa ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan perawatan medis.
Kini, setelah kebakaran kapal yang mencekam, keluarga kecil itu bisa berkumpul lagi. Direktur RS PHC Surabaya, dr Rony Kurniawan, menceritakan, ketika musibah melanda, si ayah menyelamatkan anak bungsunya yang masih balita. Sedangkan si ibu berjuang menyelamatkan diri bersama anak pertamanya hingga terpisah rombongan evakuasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang sudah bertemu ibu dan balitanya, datang sekitar jam 14.00 WIB. Jadi saat evakuasi terpisah, anak yang kecil ikut bapaknya, sedangkan anak yang besar ikut ibunya," ujar dr Rony kepada wartawan di RS PHC Surabaya, dilansir detikJatim, Rabu (5/8/2026).
Pihak rumah sakit sempat menerima video momen emosional saat ibu dan anak itu akhirnya bisa bertemu kembali di ruang perawatan. Kehadiran si ibu menjadi obat penenang utama bagi balita setelah melewati insiden yang mencekam.
"Cuma prosesnya saya nggak ngikuti ketika tadi bertemu, cuma dikirimi foto dari rawat inap itu saja, ketika pertemuan ibu sama anaknya ini. Kan sama kakaknya itu ya, jadi mereka keluarga empat orang. Ibu dan dua anak, gitu," jelasnya.
Simak selengkapnya di sini.










































