Penurunan korban ini mendukung pernyataan pejabat Amerika Serikat dan Irak yang menyatakan penumpasan terhadap kelompok perlawanan yang dilakukan pihak militer telah berhasil.
Berdasarkan data yang diperoleh AFP, Sabtu (1/12/2007), menunjukkan 606 orang terbunuh selama November. Jumlah ini turun dari 887 pada Oktober dan 840 pada September. Angka terendah sebelumnya terjadi pada Februari 2006, yakni 637.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumpahan darah yang terjadi sejak Februari 2006 itu terjadi setelah terjadi penyerangan di tempat suci Al-Askari di Samarra. Jumlah korban terbesar terjadi pada Januari 2007 dengan 1.992 orang meregang nyawa.
(ary/ary)











































