Duduk Perkara Pria di Tangerang Dipaksa Masturbasi hingga Disiksa

Duduk Perkara Pria di Tangerang Dipaksa Masturbasi hingga Disiksa

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 08:04 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (Edi Wahyono/detikcom)
Kabupaten Tangerang -

Seorang pria diduga dianiaya bos dan rekan kerjanya di Kabupaten Tangerang, Banten. Korban juga diduga dipaksa masturbasi sambil menonton film porno.

Video kondisi korban yang terluka di bagian muka viral di media sosial (medsos). Korban yang hanya mengenakan kaus terlihat berdiri memegang handphone (HP).

Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang viral itu diduga terjadi di kawasan Panongan, Kabupaten Tangerang. Kasus itu telah dilaporkan dan sedang diselidiki Polresta Tangerang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelaporannya terkait pengeroyokan dan perampasan kemerdekaan hak," kata Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Laksono Febrianto, Senin (3/8/2026).

Korban bersama kuasa hukumnya telah membuat laporan polisi (LP) pada Senin (3/8). Kasus itu terjadi pada Selasa (28/7) malam, namun baru bisa dilaporkan karena korban sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan atas luka yang dialaminya.

"Baru sempat diambil keterangannya dari pelapor selaku korban karena sebelumnya dia harus menjalani perawatan medis," ujarnya.

Korban Mau Keluar dari Bank Keliling

Pria bernama Perubahan Gulo menjadi korban penganiayaan dan dipaksa onani oleh rekan kerjanya karena ingin keluar kerja (resign) dari tempat kerjanya. Kuasa hukum korban, Risman Harefa, menyebutkan korban yang baru bekerja selama empat hari di sebuah koperasi simpan pinjam atau bank keliling itu sempat menemui bosnya pada hari kejadian, Selasa (28/7).

"Klien kami ini bekerja di unit usaha koperasi atau bank keliling di Panongan. Lalu kemudian karena dia merasa usaha tersebut tidak benar, akhirnya dia mengundurkan diri dan menyampaikan kepada bosnya," kata Risman, Senin (4/8).

Namun bosnya tidak menyetujui dan menahan korban agar tidak pulang. Korban kemudian dianiaya saat pelaku lain datang, yang merupakan teman kerjanya.

Risman Harefa, kuasa hukum Perubahan Gulo, pria yang dianiaya dan dipaksa onani oleh rekan kerja di Panongan, Kabupaten Tangerang karena ingin resign dari bank keliling (Arief/detikcom)Risman Harefa, kuasa hukum Perubahan Gulo, pria yang dianiaya dan dipaksa onani oleh rekan kerja di Panongan, Kabupaten Tangerang, karena ingin resign dari bank keliling. (Arief/detikcom)

"Namun pada saat itu bosnya tidak langsung terima, melainkan orangnya ditahan dulu untuk menunggu karyawan lain-lain sambil mereka minum minuman keras," katanya.

5 Terduga Pelaku Dilaporkan

Dia mengatakan kliennya dianiaya dan dikeroyok oleh para pelaku yang dalam kondisi mabuk miras tersebut. Termasuk bos berinisial ED, ada lima orang yang dilaporkan atas dugaan penganiayaan terhadap Perubahan Gulo.

"Ada lima orang terlapor. Jadi penganiayaan ini," ucapnya.

Dugaan penganiayaan itu berlangsung lebih dari lima jam hingga Rabu (29/7), sekitar pukul 04.30 WIB. Tak hanya dianiaya, korban juga sempat dipaksa menonton film porno dan masturbasi.

"Jadi pada saat dia disuruh onani itu, dia dikasih handphone untuk menonton film bokep sambil mereka memvideokan itu dan video itu sudah tersebar luas," katanya.

Korban dipukul hingga disundut rokok oleh lima orang. Korban juga dipaksa masturbasi oleh para pelaku dengan ancaman pisau.

"Pemukulan, tendangan, penyekapan, diancam dengan pisau. Kalau tidak melakukan onani, diancam dengan pisau, akan dibunuh," kata Risman.

Korban Kabur dari Celah Jendela

Setelah penganiayaan itu berhenti sekitar pukul 04.30 WIB, korban dipindahkan ke sebuah rumah di depan kantor koperasi. Korban kembali disekap dan dikunci di rumah tersebut.

"Jadi karena sudah larut malam, sudah pagi ya, mereka sudah pada mabuk, mereka memindahkan korban ke kontrakan depan tempat dia disiksa ini," ujarnya.

Saat disekap di rumah tersebut, orang yang menjaga korban tertidur. Kondisi itu dimanfaatkan korban untuk kabur.

"Setelah dipindahkan ke sana, dicoba disekap di sana untuk tidak dikasih pulang ke keluarga. Karena mereka dalam pengaruh alkohol, akhirnya mereka ketiduran dan korban melarikan diri lewat celah jendela," katanya.

Pembuluh Darah Otak Nyaris Pecah

Setelah kabur, korban mendatangi keluarganya dan dirawat di RS. Korban mengalami sejumlah luka, termasuk pembuluh darah di otak hampir pecah.

"Jadi lukanya ini sejujurnya dari kepala berpotensi juga ada pecah pembuluh darah di otak, tapi kecil tadi kata dokter. Terus seluruh badannya ini pada memar. Ya, pada memar, masih ada bekas-bekasnya di badan, di tangan, semuanya," ujarnya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polresta Tangerang. Lima orang dilaporkan atas dugaan pengeroyokan, penyekapan, dan pelecehan seksual.

"Ini pengeroyokan, terus kami laporkan pengeroyokan dan penyekapan berikut dengan pelecehan seksualnya," katanya.

Saksikan Live DetikPagi:

Halaman 2 dari 3
(jbr/fca)


Berita Terkait