Tindakan bodoh itu dilakukan Desi, sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu (1/12/2007). Beruntung warga Jl Bhakti, Kelurahan Meranti, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, bisa diselamatkan. Meski demikian, Desi dan Ayu mengalami luka bakar yang cukup parah.
Sulaiman (34), suami Desi menuturkan, sebelum melakukan aksi nekat itu Desi sempat perang mulut dengan dirinya. Pemicunya soal klasik, masalah ekonomi keluarga. Sehari-hari Sulaiman memang hanya bekerja sebagai pedagang keliling kerupuk jengkol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun saat saya belum selesai, tiba-tiba saya dengar suara anak saya menjerit dari dalam kamar," tutur di RS Tentara, Pekan Baru, Riau.
Sulaiman langsung bergegas masuk ke dalam kamar. Namun dia terkejut bukan main saat melihat anak dan istrinya telah terbakar. Dia pun langsung berteriak meminta tolong kepada para tetangga.
Setelah api berhasil dipadamkan, Desi dan Ayu langsung dilarikan ke RS Tentara. Namun karena kondisinya kritis, keduanya kemudian dirujuk ke RSUD Pekan Baru.
"Istri saya tampaknya memang mudah stres. Dulu waktu dia gadis dia juga pernah berupaya bunuh diri gara-gara mau dinikahkan dengan saya. Di lengan kirinya ada bekas sayatan. Sekarang anak saya ktritis dan istri jadi tersangka pembakaran," keluh Sulaiman. (anw/djo)










































