Sekitar 400 dari ribuan batik ini dipajang dalam berbagai instalasi di setiap ruangan di BICC. Batik yang tersebar di Westin dan BICC ini adalah milik Perancang Batik ternama Indonesia Jospehine Komara atau akrab disapa Obin.
Konferensi ini telah diketahui sejak beberapa bulan lalu. Namun, Oboin justru baru mengetahui jika pertemuan ini bakal di gelar di Bali sebulan lalu, tepatnya 30 Oktober 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun berbegas menelepon pihak The Westin Resort serta panitia nasional untuk meminta izin memamerkan koleksi batiknya. "Bahkan saya yang menelepon langsung ke Kementerian Lingkungan Hidup," ujarnya.
Namun ia belum memiliki dana untuk membiaya pameran tersebut. Untuk mendapatkan sokongan dana segar, Obin mencoba merayu beberapa teman-temannya yang cinta batik. "Syukurlah uang itu akhirnya datang atas berkat Tuhan," katanya.
Rupanya waktu yang tersedia 30 hari menjadi tantangan bagi Obin. Obin merasa sangat kesulitan membuat instalasi batik di BICC. Ia harus kucing-kucingan dengan aparat keamanan dalam menentukan lokasi instalasi batiknya.
"Saya pasang di sini dilarang bongkar lagi, terus pindah ke ruangan lain. Wah...pokoknya ribet, pusing karena pengamannya sangat ketat. Β
Batik yang dipamerkan memiliki makna dan harga yang sangat mahal. Sebab salah satu batik kebanggannya dipintal dalam kurun waktu satu tahun oleh 3 orang pembatik. "Batik ini khusus saya pajang di ruang pertemuan bilateral Presiden SBY," ujarnya bangga.
Lantas bagaimana dengan keamanan batik-batik tersbeut. Obin tak cemas. Ia yakin dengan pengamanan yang sangat ketat, batik-batik tersebut tidak akan raib. (gds/asy)











































