Jelang Konferensi Climate Change, 9 Warga Papua Ditangkap

Jelang Konferensi Climate Change, 9 Warga Papua Ditangkap

- detikNews
Sabtu, 01 Des 2007 17:08 WIB
Denpasar - Polariud Polda Bali menahan sebuah kapal layar motor serta 9 orang awak dari suku Asmat, Papua. Polisi mencurigai mereka bakal mengibarkan bendera Bintang Kejora di Konferensi Climate Change di Nusa Dua, Badung, Bali.

Hal ini disampaikan Direktur Polairud Polda Bali AKBP Oka Iswara Chandrana kepada detikcom. "Kita melakukan pemeriksaan karena mencurigai adanya bendera Bintang Kejora di dalam kapal. Kita khawatir bendera itu akan dikibarkan di Nusa Dua," kata Oka.

Penangkapan tersebut dilakukan Polairud Polda Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu pagi (1/12/2007). Kapal layar motor dengan nama lambung Surya Timur itu dinahkodai oleh Endi. Kapal layar ini berangkat langsung dari Papua ke Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oka menambahkan penangkapan dilakukan untuk mencegah adanya upaya separatis dari pihak-pihak yang ingin mengacaukan konferensi untuk menndapatkan perhatian dunia internasional. "Sekarang lagi maraknya gerakan separatis. Gerakan ini bisa saja mengacau di Nusa Dua agar diperhatikan oleh Sekjen PBB," ujarnya.

Setelah melakukan penangkapan, polisi segera melakukan penggeledahan. Namun, tidak menemukan bendera Bintang Kejora. "Sampai sekarang kami belum menemukan bendera tersebut. Siapa tahu mereka pintar menyembunyikannya," ujar Oka.

Polisi hanya menemukan barang-barang antik dari suku Asmat. Menurut pengakuan awak buah kapal, barang antik itu adalah milik bupatinya yang rencananya dipamerkan pada festival di Sanur beberapa hari lalu. Namun, mereka terlambat tiba di Bali. "Festival itu sudah lama selesai. Mereka mengaku terganggu oleh cuaca buruk selama perjalanan," katanya.

Saat ini kapal tersebut beserta awaknya masih dijaga oleh polisi. "Setelah bupati yang dimaksud oleh mereka datang untuk mengambil barang itu, barulah mereka kita lepaskan," demikian Oka. (gds/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads