Hal ini disampaikan Direktur Polairud Polda Bali AKBP Oka Iswara Chandrana kepada detikcom. "Kita melakukan pemeriksaan karena mencurigai adanya bendera Bintang Kejora di dalam kapal. Kita khawatir bendera itu akan dikibarkan di Nusa Dua," kata Oka.
Penangkapan tersebut dilakukan Polairud Polda Bali di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu pagi (1/12/2007). Kapal layar motor dengan nama lambung Surya Timur itu dinahkodai oleh Endi. Kapal layar ini berangkat langsung dari Papua ke Bali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melakukan penangkapan, polisi segera melakukan penggeledahan. Namun, tidak menemukan bendera Bintang Kejora. "Sampai sekarang kami belum menemukan bendera tersebut. Siapa tahu mereka pintar menyembunyikannya," ujar Oka.
Polisi hanya menemukan barang-barang antik dari suku Asmat. Menurut pengakuan awak buah kapal, barang antik itu adalah milik bupatinya yang rencananya dipamerkan pada festival di Sanur beberapa hari lalu. Namun, mereka terlambat tiba di Bali. "Festival itu sudah lama selesai. Mereka mengaku terganggu oleh cuaca buruk selama perjalanan," katanya.
Saat ini kapal tersebut beserta awaknya masih dijaga oleh polisi. "Setelah bupati yang dimaksud oleh mereka datang untuk mengambil barang itu, barulah mereka kita lepaskan," demikian Oka. (gds/djo)











































