Berita kemarin Jenderal, Beginilah Caranya Saya Korupsi tentang ulah menyimpang polisi di Bali yang ditayangkan oleh turis Kanada di Youtube, tidak bisa dianggap angin lalu oleh otoritas Indonesia.
Rekaman yang sudah menarik perhatian saya sejak di Schiphol, namun baru sempat saya tulis di Bygdoy, itu akan terus menggelinding, diakses dari seantero jagad. Penetrasinya tak akan sanggup ditandingi oleh pemerintah, bahkan dengan mengerahkan kantor-kantor perwakilannya di seluruh dunia sekalipun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tentu ini kontrapromosi yang bisa membuat Menbudpar tersedak dari sarapan paginya. Atau mungkin presiden dan Menlu bisa merah padam raut mukanya karena malu campur kecewa.
Fakta turis Kanada bisa merekam momen langka aksi korup polisi yang susah ditangkap basah dan dibuktikan, sekurangnya menjelaskan dua hal. Pertama, si turis sebelumnya sudah mengalami pemerasan. Kedua, lalu menyiapkan diri untuk merekam tindakan tak terpuji dan melanggar sumpah jabatan tersebut.
Penjelasan si turis, yang mengupload rekaman filmnya dengan nama Millstone2006, cukup mengilustrasikan perasaannya sebagai orang asing. Datang jauh-jauh karena tertarik Indonesia, ingin leha-lega bergembira dan bersenang-senang, namun yang didapat justru gangguan. Enam kali dalam lima hari itu sangat keterlaluan.
Kuta indah di sana, kutu bedebah (meminjam seruan Yati Pesek) di sini. Seindah apapun daya tariknya, tapi kalau tidak aman dan nyaman orang akan bubar menjauh.
Jika Visit Indonesia 2008 tidak ingin menjadi lelucon mentah, maka kutu-kutu itu harus dibasmi dulu. Di Kreta, Corsica dan pulau-pulau wisata di sekitarnya, turis-turis terutama remaja bebas naik motor sewaannya untuk menikmati liburannya. Kenyamanan yang sama seharusnya dijamin di mana pun di seluruh Indonesia.
Dan sungguh, pariwisata Indonesia masih bisa menjual dibandingkan kompetitornya yang sejajar. Sebelum saya terbang meninggalkan Belanda, kolega Belanda saya menunjukkan foto-foto eksotik rekaman liburannya ke Ekuador. Dia baru saja kembali dari negeri kecil di Amerika Tengah itu. Cantik alamnya. Perawan hutannya. Sementara burung-burung sejenis burung enggang di sana-sini bertepekur dengan aman.
"Tapi makanannya, bah! Tiap hari cuma nasi dan kacang merah. Berat badan saya sampai turun 7Kg, karena tak doyan makan," ujar kolega saya.
Indonesia punya segalanya. Kulinernya enak dipuja segala bangsa. Alamnya indah memesona. Seandainya saja... tidak dirusak dan diganggu oleh tangan-tangan kita sendiri.
(es/es)











































