"TNI itu berfikir institusional. Itu yang membuat sikapnya mendua terhadap demokrasi. Itu tugas berat panglima TNI harus berani melakukan reformasi di tubuh TNI," kata Gus Dur di sela-sela workshop "Pemenangan Pemilu PKB" di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2007).
Namun Gus Dur menolak berkomentar seputar figur KSAD Jenderal Djoko Santoso sebagai calon tunggal Panglima TNI. "Nggak tahu. Jangan komentarlah masalah figur-figur," elak dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(aan/djo)










































