Ibadah Syukur tersebut dilakukan di pendopo mendiang Ketua Presidium Dewan Papua (PDP) Theys Hiyo Eluay di Jl Bestur, Sentani, Papua, sekitar pukul 10.00 WIT Sabtu (1/ 12/2007).
Acara dimulai dengan pembacaan doa oleh pendeta. Selanjutnya disusul oleh pidato politik Sekjen PDP Thaha Al Hamid dan sejumlah tokoh adat lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para pemimpin Papua juga harus berjuang dengan sungguh-sungguh dan tidak bercabang," ujar Thaha.
Hal senada disampaikan Ketua Dewan Adat Papua, Forcorus Yaboisembut. Dia menegaskan, perjuangan Papua adalah tanggung jawab warga Papau sendiri. Warga Papua tidak boleh berharap pada orang lain.
"Bendera Bintang Kejora tidak dikibarkan di Papua pada saat ini. Tapi pada saatnya nanti, Bendera Bintang Kejora akan berkibar di tanah dan di bangsanya sendiri," ujar Yaboisembut disambut seribuan hadirin.
Pada akhir acara, massa memutuskan tidak melakukan ziarah ke makam Theys. Mereka khawatir kegiatan tersebut akan menimbulkan kondisi yang tidak diinginkan. Padahal jarak antara lokasi acara dan makam Theys hanya sekitar 70 meter.
Sepanjang acara berlangsung, lokasi kegiatan mendapat pengawalan yang cukup ketat dari aparat keamanan. (djo/qom)











































