Tarif Jadi Goceng Bikin Busway Tak Menarik Lagi

Tarif Jadi Goceng Bikin Busway Tak Menarik Lagi

- detikNews
Sabtu, 01 Des 2007 11:17 WIB
Jakarta - Busway diharapkan bisa menjadi solusi kemacetan Ibukota. Namun, kesemrawutan jalan masih saja terjadi. Bahkan busway pun kerap terjebak macet lantaran jalurnya dijubeli kendaraan lain.

Keluhan demi keluhan atas pelayanan busway pun mengalir. Antara lain penumpang yang harus berjubelan, dan waktu tunggu busway tidak sesingkat yang dijanjikan lantaran armada terbatas. Alhasil, rencana kenaikan tarif busway dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000 alias goceng pun disayangkan sebagian kalangan.

"Kalau dinaikkan, Pemprov DKI tidak konsisten menjadikan busway sebagai transportasi publik. Kan seharusnya pemerintah menarik masyarakat untuk menggunakan busway. Busway jadi tidak menarik lagi," ujar pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Pribadi kepada detikcom, Jumat (30/11/2007).

Survei yang pernah dilakukan YLKI, 70 persen dari sekitar 1.000 lebih konsumen mengaku tidak puas. Alasannya, busway sering terlalu padat penumpang, armada minim, dan waktu tunggu busway yang idealnya 3-5 menit tidak terbukti.

"Dibolehkannya kendaraan lain lewat jalur busway sebetulnya adalah blunder fatal. Seharusnya armada yang ditambah, dan kendaraan pribadi tidak boleh lewat jalur itu, sehingga kemacetan bisa dikurangi," imbuh Tulus.

Menurutnya, data Badan Layanan Umum (BLU) Tranjakarta, tarif Rp 3.500 sudah bisa menutup biaya operasional. "Jadi buat apa menaikkan tarif," cetusnya.

Tulus menambahkan, YLKI akan kembali melakukan survei di 7 koridor busway untuk mencari tahu sejauh mana layanan busway memuaskan masyarakat. Akan dicari tahu juga berapa kemampuan membayar masyarakat.

"Sekali lagi, kenaikan tarif itu hanya akan mengurangi daya tarik busway, karena jatuhnya mahal," tandas dia.
(nvt/nvt)


Berita Terkait