"Hari gini ngomong cuci piring, tidak masuk akal! Saya khawatir ini hanya istilah (penutup) di akhir masa jabatannya," ujar anggota DPR dari PKS Fahry Hamzah dalam diskusi mingguan Radio Trijaya di Restoran Warung Daun, Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, sabtu (1/12/2007).
Fahry melihat ucapan SBY tersebut lebih cenderung sebagai sebuah kekecewaan terhadap banyaknya kritik terhadap dirinya. Salah satunya soal pemberantasan koruspi yang dianggap masih tebang pilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini SBY tidak pernah membuat agenda koalisi sehingga di tengah jalan banyak koalisi yang muncul. Dia juga tidak pernah membangun koalisi di parlemen dan tidak ada konsolidasi," tutur Fahry.
Hal senada disamapikan pakar komunikasi poltik Tjipta Lesmana. Menurut Tjipta, SBY kerap berbicara tidak jelas sehingga menimbulkan multitafsir di masyarakat.
"Ini (curhat cuci piring), contoh gamblangnya. Apa artinya itu, sudahlah ini menunjukkan SBY penakut. SBY seharusnya tidak usah mencari siapa yang salah," ujar Tjipta. (djo/qom)











































