Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjatuhkan sanksi kepada penyelenggara acara atau event organizer (EO) fun walk and run yang ramai diprotes peserta. Pemkot mem-blacklist EO tersebut.
"Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan tidak merekomendasikan/mencoret event organizer (EO) tersebut untuk tidak lagi melaksanakan kegiatan di wilayah Kota Tangerang Selatan," ujar Kepala Bidang Olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangsel, Deden Umaidi, saat dihubungi, Senin (3/8/2026).
Deden mengatakan Pemkot Tangsel tidak pernah menjalin kerja sama dengan EO tersebut. Dia mengatakan EO itu telah merugikan Pemkot Tangsel karena memasang logo Pemkot Tangsel dalam promosi acara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa penggunaan logo Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangerang Selatan pada materi publikasi bahwa hal tersebut merupakan kekeliruan dari pihak penyelenggara," jelas dia.
"Belum melakukan koordinasi dan komunikasi secara tuntas sebelum mencantumkan logo sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," sambungnya.
EO Minta Maaf
Acara Tangsel Fun Walk and Run ramai diprotes peserta hingga diwarnai kekisruhan dalam pelaksanaannya. Pihak EO menyampaikan permintaan maaf atas kekisruhan tersebut.
Permintaan maaf itu disampaikan seorang pria bernama Ditya, panitia penanggung jawab penyelenggaraan event South Tangsel Fun Walk and Run Festival 2026 di ITC BSD. Video permintaan maaf disampaikan lewat akun Instagram Fun Walk & Run Festival, @funwalkfestival.
"Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat, baik peserta, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, ITC BSD sebagai venue, dan para sponsorship yang bergabung dalam event ini," kata Ditya, Senin (3/8).
Dia mengatakan pelaksanaan acara tersebut merupakan tanggung jawabnya. Dia menyatakan tak ada pihak lain yang terlibat dalam acara tersebut.
"Bagi teman-teman peserta yang belum mendapatkan medali, dapat langsung DM Instagram funwalkfestival dengan mengirimkan foto BIB," ujarnya.
Sebelumnya, video memperlihatkan peserta fun walk and run di Tangsel protes viral di media sosial (medsos). Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, meminta penyelenggara bertanggung jawab.
Peristiwa itu terjadi pada Minggu (2/8). Dalam video tersebut, salah satu peserta memegang mik dan menyampaikan kekecewaannya dan mengatakan akan memproses hal tersebut ke jalur hukum.
"Peserta berdatangan untuk start di jam 06.00 WIB, namun sudah timbul kecurigaan ketika tidak ada tanda panitia lomba satu pun, yang ada hanya bike marshall," kata orang tua peserta, Ramses.
Dia mengatakan para peserta tidak diberi medali saat tiba di garis finis. Menurut dia, peserta mendapat informasi medali masih dalam perjalanan dari Bandung.
Dia mengatakan peserta yang kecewa memilih pulang. Tak lama kemudian, mobil membawa medali datang untuk dibagikan kepada peserta yang masih di lokasi.










































