Legislator dari Komisi XIII DPR, Rieke Diah Pitaloka, merasa heran menemukan warga binaan atau narapidana (napi) yang memilih tetap tinggal ketimbang keluar dari lembaga pemasyarakatan (lapas). Napi tersebut ditemui dia saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Karawang.
"Mau kerja di sini ya?" tanya Rieke ke salah satu napi yang ditemuinya saat kunjungan kerja di Lapas Kelas IIA Karawang, Jawa Barat (Jabar), dilihat detikcom dari akun Instagram Rieke pada Senin (3/8/2026).
"Betul," jawab si napi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rieke pun penasaran dengan alasan napi tersebut enggan meninggalkan lapas. Bekal ilmu untuk hidup mandiri menjadi alasan si napi.
"Ada juga ya nggak mau pulang, mau kerja di sini. Yang kuat ya, Pak, ya. Semangat, diperbaiki semuanya. Di sini dapat ilmu?" tanya Rieke lagi.
"Alhamdulillah," jawab napi tersebut.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Rieke pada Jumat (31/7). Selain menyapa napi, Rieke juga berkeliling untuk melihat fasilitas lapas, mulai dapur, klinik, hingga berbagai program pembinaan seperti budi daya ikan, peternakan hingga pertanian.
"Hak warga binaan harus dipenuhi dengan baik. Namun hal tersebut juga perlu didukung oleh jumlah pegawai yang memadai sesuai beban kerja. Pada layanan kesehatan, misalnya, tentu dibutuhkan tenaga medis yang cukup dan berkompeten agar pelayanan yang diberikan benar-benar optimal," ucap dia.
Setelah berkeliling, Rieke menyampaikan pujian kepada Lapas Karawang yang dinilai berhasil menjalankan pembinaan di sektor ketahanan pangan. Baginya, bekal keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab sangat diperlukan napi, sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Program pembinaan itu wujud nyata 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, khususnya dalam penguatan pembinaan yang produktif, pemberdayaan warga binaan, serta optimalisasi lahan pemasyarakatan untuk mendukung swasembada pangan nasional. Hasil sektor pangan akan diserap untuk kebutuhan bahan baku makanan penghuni lapas.
"Kunjungan Ibu Rieke Diah Pitaloka menjadi energi positif bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari makanan, layanan kesehatan, hingga pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku dan kemandirian," ujar Kepala Lapas Kelas IIA Karawang Ma'ruf Prasetyo.
"Kami akan terus mengoptimalkan lahan yang ada, memperkuat program pembinaan kemandirian, serta memastikan warga binaan memperoleh bekal keterampilan yang bermanfaat. Dengan demikian, pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat menjalani pidana, tetapi juga menjadi tempat belajar, berkarya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik saat kembali ke masyarakat," pungkas Ma'ruf.
Lihat juga Video: Napi Lapas Tangerang Sulap Limbah PLTU Jadi Paving Block, Laris Terjual!










































