KSAD Minta TNI AD Dikontrol

KSAD Minta TNI AD Dikontrol

- detikNews
Jumat, 30 Nov 2007 19:01 WIB
Jakarta - KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso meminta agar jajaran di tingkat Danrem dan Dandim se-Indonesia bersikap netral dalam situasi apa pun, termasuk saat Pemilu 2009 nanti. Untuk itu TNI AD memerlukan kontrol dari masyarakat.

"Kalian harus kontrol, kalau ada Dandim dalam pilkada ini. Pers perlu kontrol, itu gunanya pers, tapi harus obyektif. Kalau AD nggak netral, kontrol," kata Djoko usai penutupan Apel Dansat, Danrem dan Dandim se-Indonesia di Mabes AD, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/11/2007).

Djoko mencontohkan ketika dirinya menjadi Pangdam Pattimura saat menghentikan konflik di Maluku. "Saya bisa meredam konflik karena netral. Netral itu modal utama. Kalau ada yang tidak netral, laporkan ke saya. Ada kodim dan dandim terima duit lalu membela, laporkan saya, gua gebuk," tandasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djoko mengatakan, TNI sudah sepakat tidak melakukan politik praktis dan tetap netral dan kontrol terhadap prajurit sudah sangat ketat. "Jadi kalau prajurit TNI membela salah satu partai tentu yang lainnya marah, sedangkan kita tidak butuh. Oleh karena itu, kita harus bangun tentara yang profesional, netral dan solid," ujarnya lagi.

Untuk itu, lanjut Djoko, bila ada prajurit TNI AD yang ingin berpolitik atau ikut pilkada, harus mengundurkan diri agar tidak mengganggu netralitas tersebut. Selain itu, para Dansat, Dandim dan Danrem untuk melaksanaan tugas ke depan agar lebih baik, yaitu dengan memberdayakan wilayah, antara lain bagaimana membantu kesulitan pemerintahan daerah dan kepolisian. (zal/sss)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads