Ceramah Terakhir c soal Kematian Sebelum Berpulang

Ceramah Terakhir c soal Kematian Sebelum Berpulang

Tim detikcom - detikNews
Senin, 03 Agu 2026 05:10 WIB
Ceramah Terakhir c soal Kematian Sebelum Berpulang
Foto: Seorang ustaz bernama Ahmad Firdaus (53) meninggal dunia saat sedang mengisi ceramah dalam sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur (Jaktim). (Dok Istimewa)
Jakarta -

Kisah mengharukan datang dari seorang ustaz bernama Ahmad Firdaus (53) di Jakarta Timur. Ustaz Firdaus berpulang kembali ke Sang Pencipta saat sedang mengisi ceramah. Di momen terakhir hidupnya, Ustaz Firdaus sedang memberikan tausiah tentang kematian.

Rekaman detik-detik sebelum Firdaus meninggal juga viral di media sosial. Momen tersebut terjadi pada Kamis (30/7) saat Firdaus sedang berceramah di pengajian daerah Klender, Jakarta Timur. Kejadian itu dikonfirmasi oleh putra Firdaus, Ahmad Fikri Fairus (31).

"Hari Kamis malam Jumat jam 21.00 WIB. Kejadiannya ya begitu saja sih, Bang. Karena beliau sedang menyampaikan dakwah, menyampaikan ilmu dalam acara haul. Kemudian, ketika menyebut dan selawat kepada Nabi Muhammad, beliau dipanggil oleh Allah subhanahu wa ta'ala," jelas Fairus saat ditemui di rumah Firdaus di kawasan Klender, Jaktim, Minggu (2/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fairus menjelaskan, ayahnya saat itu sedang membahas tentang kematian dalam ceramahnya. Firdaus juga menyampaikan tentang rasa rindu yang harus diobati, terutama kepada Nabi Muhammad SAW.

"Beliau sedang menyampaikan ilmu tentang kematian dan menyampaikan tentang rindu yang harus diobati. Karena beberapa hari ini almarhum selalu menyampaikan membahas tema ceramahnya itu rindu, rindu, rindu. Rindu itu harus diobati kepada orang yang kita rindukan gitu," ungkapnya.

"Sebagaimana ketika beliau menyebutkan Nabi Muhammad SAW, almarhum sudah mengembuskan napas terakhir," sambungnya.

Warga kemudian langsung membawa Firdaus ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi setelah kejadian tersebut. Firdaus kemudian dikonfirmasi meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Jenazah Firdaus kemudian dimakamkan pada Jumat (31/7) di TPU Kampung Sumur, Jalan Dermaga, Jaktim.

"(Setelah itu) bawa ke rumah sakit hanya sekadar memastikan kalau almarhum sudah tiada," katanya.

Pesan Terakhir Ustaz Firdaus ke Keluarga

Bagi Fairus, dia meyakini ayahnya meninggal dalam keadaan baik (Husnul Khatimah). Dia juga meyakini ayahnya sudah mengobati rindunya kepada Nabi Muhammad SAW.

"Almarhum buat saya sebagai putranya, insyaallah saya yakin husnul khatimah dan almarhum sudah mengobati kerinduan itu kepada Nabi Muhammad," katanya.

Dia juga mengenang pesan Firdaus kepada anak-anaknya agar jangan pernah meninggalkan ibadah.

"Jadi, almarhum tuh menekankan kami hanya selalu bergantung kepada Allah. Apa pun yang kita sesulit apa pun urusan kita kepada Allah, intinya jangan ninggalin ibadah, gitu," kata Fairus.

Menurut Fairus, Firdaus juga berpesan kepada anak-anaknya agar tidak bergantung pada manusia saja. Firdaus, kata dia, mengatakan pada akhirnya anak-anaknya akan dikecewakan apabila hanya berharap pada manusia.

"Almarhum ke kami sebagai putra-putrinya hanya menekankan jangan pernah berharap kepada manusia. Setiap saat, setiap apa pun, almarhum selalu menekankan kepada kami jangan pernah berharap dan meminta kepada manusia karena ketika kita berharap kepada manusia, akhirnya akan kecewa. Tapi kalau kita berharap hanya kepada Allah, kita nggak akan pernah merasakan kekecewaan," katanya.

Ustaz Firdaus di Mata Warga

Warga yang tinggal bertetangga dengan Ustaz Firdaus bernama Jamaludin (53) mengenang almarhum sebagai kakak, guru, bahkan teman nongkrongnya. Dia mengatakan Firdaus tidak membeda-bedakan warga sekitarnya sesuai dengan usia mereka.

"Saya sebagai warga dan juga sebagai jemaah beliau, saya menganggap beliau itu seperti apa, kakak, guru, teman nongkrong juga. Jadi beliau tidak membeda-bedakan mana yang muda, mana yang tua, gitu. Jadi, intinya beliau tuh di mata beliau tuh sama semua, gitu. Tidak membeda-bedakan usia," kenang Jamaludin saat ditemui di sekitar rumah Firdaus.

Jamaludin bercerita, dia juga sempat mengikuti ziarah yang Firdaus inisiasikan. Jamaludin menyebutkan sejumlah makam di kawasan Jakarta sempat dikunjunginya bersama Firdaus.

"Kalau untuk wilayah yang dekat-dekat seperti makam KH Ahmad Zayadi Muhajir, KH Ahmad Marzuqi bin Mirshod, Pangeran Jayakarta, terus ke mana, Jakarta Utara itu, iya, Keramat Luar Batang itu sering ikut beliau, gitu. Khususnya sih wilayah Jakarta lah. Wilayah Jakarta sering ikut beliau, gitu. Ya, konvoi sama anak-anak apa, sama anak-anak majelis, sama anak-anak murid beliau. Sama yang di Ujung Harapan," katanya.

Selain itu, Jamaludin mengenang Firdaus sebagai sosok yang tidak pernah menolak jika diajak mendampingi jemaahnya yang menggelar hajatan.

"Kalau apa yang dikatakan seperti itu betul. Yang jauh-jauh tuh enak diajaknya dia. Dia pokoknya di mata saya tuh guru itu, Pak Ustaz Firdaus itu paling enak orangnya. Diajak ke mana aja nggak pernah nolak. Pokoknya apabila ada jemaah yang punya hajat ke mana, dia siap mendampingi," kenangnya.

Lihat juga Video 'Muhammad Firdaus Jemaah Haji yang Hilang Ditemukan Wafat di Makkah':

Halaman 2 dari 2
(ygs/ygs)


Berita Terkait