Batik menjadi pilihan karena memiliki filosofi tentang kepedulian terhadap lingkungan.
Sekitar 400 dari ribuan lembar kain batik ini dipajang di berbagai instalasi di setiap ruangan di BICC. Batik yang tersebar di Westin dan BICC ini adalah milik perancang batik ternama Indonesia, Jospehine Komara atau akrab disapa Obin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia. "Batik adalah kain Indonesia yang cara memproduksi dan pembuatannya sudah banyak diakui sebagai industri yang paling sedikit menghasilkan limbah bila dilakukan secara baik dan benar, serta dapat didaur ulang," kata Obin.
Dia menambahkan, pembuatan batik melalui proses tradisional yang ramah lingkungan dan menggunakan energi sangat kecil. "Batik dibuat dengan bahan
alamiah dan tangan sehingga tidak menghasilkan emisi," imbuh Obin.
Batik yang ditampilan adalah batik yang bermotif spiritual dan bertemakan keramahan dan keindahan lingkungan, seperti hutan, gunung, dan sungai. Salah satunya adalah motif pohon kehidupan yang bercabang-cabang dan memberi kehidupan bagi mahluk yang lain. Batik motif ini khusus dipajang di ruang pertemuan Presiden SBY.
Instalasi batik Obin sangat unik. Salah satu intalasi yang menarik adalah puluhan batik yang digantung di atap hotel yang menggambarkan orang-orang Indonesia serta instalasi merah putih yang menjadi kebanggaan Obin.
General Manager The Westin dan BICC Jan Bundgaard mengatakan, The Westin Resort siap menyambut Konferensi Climate Change. Pihaknya telah menambah 260 staf karyawan baru, khusus untuk menyambut konferensi ini. 23 Di antaranya didatangkan dari jaringan Starwood Hotel dan Resort di Indonesia dan Malaysia .
Pada saat konferensi, Westin bekerjasama dengan Java Books memasarkan buku karya mantan Wakil Presiden AS Al Gore. Buku karya Gore berjudul "An Inconvenient of Truth" yang memenangkan hadiah nobel juga bakal dipasarkan. "Hasil penjualan ini akan disumbangkan ke UNICEF," kata Jan.
(gds/nvt)











































