Kejadian berawal saat Kusnandar dan Jack Simbolon memalak mobil box yang dikemudikan Aseh bin Mahmud (42) dan kenek, Samsul Bahri (30) tepat didepan pos KBN, arah Tanjung Priok, Jalan Raya Cakung, Cilincing, Jakarta Utara pada Kamis 29 November 2007 pukul 16.40 WIB. Saat itu lalu lintas macet.
"Woiii... minta uang Rp 5.000," kata Kusnandar dan Jack yang mengepung mobil dengan memasukkan kepalanya ke dalam jendela. Mereka pun merampas dompet dan handphone milik sang sopir. Dua pemalak ini berhasil membawa kabur uang Rp 23 ribu dan HP Nokia 110i.
Tidak terima menjadi korban, Aseh lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Cilincing. Tim Buser pun bergerak dan melakukan penyergapan di markas Komplotan 08 di Jalan Sawah Besar, Jakarta Utara pukul 18.00 WIB.
Kusnandar dan Jack kabur dari sergapan polisi. Tembakan peringatan pun dilepaskan ke udara. Bukannya menyerah, keduanya mempercepat langkahnya. Dooor...! Timah panas menembus lutut Kusnandar dan Jack. Mereka jatuh tersungkur dan digelandang ke Polsek Cilincing.
"Saya melakukan baru 2 kali. Tanggal 26 dan 29 November. Saya nggak bawa senjata tajam, hanya mengancam. Uangnya untuk bantu orang tua," kata Kusnandar yang meringis kesakitan di Polsek Cilincing, Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/11/2007).
Kepolisian kini tengah memburu Rojak, salah seorang Kelompok 08 yang masih buron. (aan/sss)











































