"Ada permintaan besar di Indonesia," kata Kapolri Jenderal Pol Sutanto di Markas Polisi Air, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (30/11/2007).
Â
Menurut Sutanto, jumlah penduduk Indonesia yang banyak menjadi penyebabnya. Pada tahun 2004 saja, 1,5 persen dari penduduk Indonesia alias 3,2 juta jiwa mempunyai masalah ketergantungan pada zat adiktif. "Ini menguntungkan sindikat," ujarnya.
Â
Untuk mengatasi kejahatan ini, polisi pun menjalin kerjasama dengan DEA, Interpol dan kepolisian di negara Malaysia, Hongkong, dan China untuk mengejar para tersangka bandar itu.
Â
"Kita melakukan pertukaran informasi dan mengerahkan intelijen," tandas Sutanto.
Â
Beberapa waktu lalu pihak kepolisian menemukan pabrik shabu di Batam dan kemudian juga ratusan ribu ektasi di apartemen Taman Anggrek. Sindikat ektasi asal Malaysia ini pun tengah berupaya membangun pabrik di Jakarta.
(ndr/ana)











































