Mereka sengaja masak nasi, tempe, sayur asam, ikan asin, dan menyiapkan lalapan di pantry Kejagung.
Sidak Hendarman dilakukan pukul 13.00 WIB, usai salat Jumat, setelah dia memberikan keterangan pers kepada wartawan di Masjid Baitul Adli, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Jumat (30/1/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ruangan pertama yang dikunjunginya adalah ruang wartawan di lantai I Gedung Kejagung. Hendarman yang masih mengenakan baju koko putih, kopiah hitam, dan sandal jepit didampingi sejumlah ajudan, Jampidsus Kemas Yahya Rahman dan Kapuspenkum Thomson Siagian.
Saat melongok ruang wartawan, Hendarman sempat mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Kepala Bidang Hubungan Media Massa, Agung Dipo.
"Ini kalau wartawan mau kirim-kirim e-mail sudah ada belum," tanya Hendarman kepada Dipo.
"Belum...," jawab wartawan mendahului Dipo.
Hendarman pun meminta Dipo segera menyiapkan fasilitas yang menunjang. Paling lambat awal 2008, fasilitas itu diharapkan sudah disediakan.
"Tolong disediakan, jadi mereka bisa kirim berita dengan cepat. AC jangan sampai mati, karena mereka kan kerjanya cukup berat," kata Hendarman penuh perhatian.
Hendarman lalu melihat-lihat santap siang yang disediakan kru humas. "Wah perlu buah juga, kasih camilan juga. Tahun 2008 ini sudah harus cantik, sudah ada internetnya," ujar dia.
Usai melihat-lihat ruang wartawan, Hendarman mengajak rombongannya melihat ruangan Kapuspenkum Thomson Siagian di lantai 6.
"Coba saya lihat ruangan Anda," katanya kepada Thomson.
Begitu Hendarman dan Thomson berlalu, seorang staf humas sempat nyeletuk, "Emang enak!"
Usai menemani Hendarman melihat-lihat ruangannya, Thomson kembali menjumpai wartawan untuk santap siang bersama. "Sering-sering aja ada sidak biar kita bisa makan gratis terus," celetuk seorang wartawan.
(umi/nrl)











































