Besok 1 Agustus, ada acara Zikir dan Doa Kebangsaan di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Peserta diimbau untuk mematuhi aturan yang berlaku.
Mengutip dari akun Instagram resmi Kemenag RI (@kemenag_ri), berikut informasinya.
- Mengenakan pakaian putih
- Membawa perlengkapan salat yang praktis
- Tidak membawa barang bawaan berlebihan
- Tidak membawa bayi atau anak balita
- Dilarang membawa benda tajam, senjata api, petasan, dan barang berbahaya lainnya
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal-hal yang Boleh Dilakukan:
- Buang sampah di tempatnya
- Datang Lebih Awal
- Handphone dalam mode senyap
- Ikuti arahan panitia
- Pakai pakaian yang sopan
- Bawa perlengkapan ibadah
- Ajak keluarga
- Jaga barang berharga
Hal-hal yang Dilarang:
- Jangan buang sampah sembarangan
- Jangan merokok di area acara
- Jangan berisik & membuat gaduh
- Jangan membawa barang berbahaya
- Jangan saling dorong atau berdesakan
Sebagai informasi, area acara dibuka mulai 15.00 WIB melalui Pintu Utara dan Selatan Monas. Tersedia ratusan toilet dan area wudhu dengan sekitar 1.000-1.500 keran.
Imbauan Hindari Kawasan Monas Besok
Kementerian Agama akan menggelar Doa dan Zikir Kebangsaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut.
"Diperkirakan akan ada kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar kawasan Monas. Para pengendara diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif untuk menghindari penumpukan kendaraan," tulis akun media sosial TMC Polda Metro Jaya, dikutip detikcom, Jumat (31/7/2026).
Masyarakat diminta untuk menggunakan jalan alternatif guna menghindari kemacetan. Polisi juga mengimbau warga yang hendak melintas atau menghadiri acara untuk memanfaatkan moda transportasi umum.
"Ditlantas Polda Metro Jaya bersama petugas gabungan akan memberikan pelayanan dan melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional guna mendukung kelancaran kegiatan. Bagi masyarakat yang akan menghadiri acara, disarankan menggunakan transportasi umum," lanjut penjelasan TMC Polda Metro Jaya.
Selain itu, peserta juga diimbau untuk datang lebih awal untuk menghindari kepadatan jelang acara.
"Kami imbau peserta datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang dimulainya acara," kata Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7/2026).
Kemenag memperkirakan kegiatan ini diikuti sekitar 100.000 peserta. Sekretaris Tim Kerja Kemenag untuk zikir dan doa kebangsaan itu mengatakan panitia telah melakukan persiapan operasional di lapangan.
"Seluruh aspek operasional terus kami siapkan melalui koordinasi yang erat dengan Sekretariat Negara, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta seluruh unsur panitia. Tujuan kami sederhana, yaitu memastikan seluruh peserta dapat mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan dengan aman, nyaman, tertib, dan khusyuk," ujarnya.
Tonton juga video "detikfinance Check: Mengintip Proyek Stasiun MRT Monas yang Estetik"










































