Karena penasaran, reporter detikcom Andi Saputra kemudian menjajalnya. Ternyata, nasi bakar adalah nasi yang dibungkus dalam daun pisang, kemudian dibakar di atas bara. Alhasil, rasa daun pisangnya sangat terasa.
"Wah, rasanya gokil," kata salah satu peserta Roadshow Clean Air Jakarta-Bali, Farid Rusydi, yang ikut menikmati makanan khas ini di Warung Makan Cak Koting Bu Meti di Jalan Dr Soetomo, Yogyakarta, Kamis (29/11/2007) malam.
Nasi bakar ala Yogyakarta ini lebih nikmat jika dipadukan dengan bebek bakar. Bebek dimasak dengan bumbu kacang hingga tidak bau. Dan dagingnya benar-benar empuk. "Padahal, biasanya bebek susah diolah," pikir Farid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menu di atas, menu ayam dan bebek merupakan menu utama. Diolah dengan berbagai rasa yang disajikan dengan lalapan. Untuk nasinya, semua lengkap. Dari nasi putih, nasi kuning, nasi merah bahkan nasi bakar.
Harga? Dijamin ketika pulang, kantong masih tebal. Dengan menu nasi bakar dan bebek bakar plus minum cuma 20 ribuan rupiah saja.
Warung makan dengan tenda yang bisa menampung 100 orang ini dijamin tidak mengenal kata "lama". Semua disajikan dalam hitungan menit. 25 pramusaji selalu sigap.
Penasaran nasi bakar? Ke Yogyakarta saja. (asp/aba)











































