"Ini hasil riset Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sepanjang tahun 2007 ini," kata Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Gerak KLH, Ridwan D Tamin di Balai Kota Semarang, Kamis (29/11/2007).
Lebih lanjut, Ridwan menjelaskan, meski kadar timbal dari bensin sudah bebas tetapi solar menjadi masalah. Gas buang sulfur masih tinggi sehingga perlu ditekan lagi kadar buangnya.
"Tetapi kalau untuk menekan gas buang sulfur, resikonya harga solar akan naik. Dan ini menjadi dilema karena berkaitan juga dengan subsidi pemerintah," katanya di depan Sekda Kota Semarang, Soemarno.
Paparan yang disampaikan dalam rangkaian Roadshow Clean Air Jakarta-Bali ini cukup menggugah masyarakat Semarang. Soemarno dan masyarakat Semarang merasa perlu cepat-cepat menyelamatkan lingkungan. Pihaknya terus menggalakkan penanaman pohon untuk memperbaiki kualitas lingkungan.
"Terlebih, kami mendapatkan sumbangan pohon 1000 pohon dari tim roadshow. Tentu ini sangat bermanfaat," pungkasnya.Β (asp/aba)











































