Jakarta - Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Kedubes Malaysia oleh 1.000 orang penari reog Ponorogo telah berakhir. Mereka membubarkan diri setelah mendapatkan penjelasan dari Dubes Malaysia Dato Zainal Abidin Zain.
Zainal keluar dari Kedubes Malaysia, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pukul 10.50 WIB, Kamis (29/11/2007). Dia dikawal oleh 5 pengawal internal Kedubes dan 5 polisi.
Kemudian Zainal naik ke mobil komando peserta aksi untuk memberikan penjelasan lewat pengeras suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zainal yang mengenakan bajo koko berwarna biru ini menjelaskan bahwa Malaysia tidak pernah mengklaim
tari reog Ponorogo, yang di Malaysia lebih dikenal sebagai barongan. "Saya menjelaskan bahwa kerajaan Malaysia tidak pernah mengklaim tari reog original dari Malaysia yang terdapat di website (website Kementerian Kebudayaan Malaysia-red). Tarian itu ada di Johor dan Selangor. Saya ingin menjelaskan bahwa sekitar 150 tahun yang lalu, rakyat dari sini hijrah ke Malaysia dengan membawa kebudayaannya, dan kebudayaan itu dipraktekkan sampai saat ini," ungkapnya.
Kemudian Zainal pun turun dan masuk kembali ke kantornya. Para pendemo yang mendengarkan penjelasan Zainal, terdiam sebentar. Tak lama kemudian mereka membubarkan diri.
Mereka lalu berjalan ke arah Menteng tanpa menarikan tari reog Ponorogo. Lalu lintas jalur lambat pun pelan-pelan mencair.
(ziz/nrl)