Inilah yang dialami Pandu, warga Grogol yang biasa menggunakan TransJ untuk pergi ke kantornya. "Kalau mau kencing saya harus keluar halte dulu. Kalau sudah keluar halte ya harus bayar lagi," kata Pandu kepada detikcom, Kamis (29/11/2007).
Memang saat ini pihak pengelola busway telah menyiapkan toilet di halte busway. Namun hanya beberapa halte saja, terutama di halte besar seperti Kalideres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ria, pekerja kantoran di kawasan Sudirman, punya cara tersendiri agar tidak kena gangguan panggilan alam ini selama di halte busway. Biasanya sebelum pulang, dia pergi ke toilet kantor terlebih dulu. "Tapi repotnya kalau kebelet pipis pas antre mau bagaimana lagi. Keluar dari halte rasanya sulit, sebab saya harus antre paling belakang lagi," ungkap Ria.
Baik Pandu maupun Ria berkeinginan agar pihak pengelola TransJakarta bisa menyediakan toilet di halte busway. Manajer Pengendalian BLU Transjakarta Rene Nunumete belum bisa menanggapi permintaan pengguna busway ini. "Maaf saya sedang rapat di DPR, nanti telepon lagi ya," kata dia dari ujung telepon.
(mar/nrl)











































