"Beberapa tahun ke depan, itu tidak akan terjadi lagi," kata Menneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (28/11/2007) sesaat sebelum melepas tim Roadshow Clean Air, Clean Fuel, Clean Vehicles, Jakarta-Bali 28 November- 4 Desember 2007.
Janji Menneg LH ini kini telah di depan mata. Energi tanpa gas buang ini murni made in Indonesia. Sumber energinya dari tumbuhan dan tersebar di seluruh tanah Nusantara. Bahkan, energi ini akan memindahkan Timur Tengah sebagai pusat sumur minyak ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Janji ini bukan isapan jempol belaka. Kini empat mobil telah meluncur ke Bali untuk dipamerkan kepada dunia pada Konferensi Internasional Perubahan Iklim awal Desember nanti. Sayangnya, dia belum memberikan spesifikasi yang rinci bahan bakar tersebut. "Biar surprised. Datang saja ke Bali, 3- 14 Desember," kilah Rachmat.
Rachmat telah mengecek kebenaran sumber energi ini. Secara diam-diam, dia telah mengetes mobil tersebut. Dan hebatnya, setelah kendaraan berjalan puluhan kilometer, mesin kendaraan tetap dingin. "Karena saya masih tidak percaya, saya duduki knalpot mobil dan benar-benar dingin," ujarnya.
Menanggapi temuan ini, Sekjen Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Fredy Sutrisno mengaku sangat terkesan. Pihaknya bahkan siap memproduksi mobil pengonsumsi energi tersebut. "Yang penting harganya terjangkau dan distribusi ke masyarakat langsung terpenuhi seperti SPBU," katanya di tempat yang sama.
Pada Kamis (28/11/2007) pukul 07.30 WIB, rombongan roadshow telah berada di Cirebon, Jawa Barat. (asp/nrl)











































