Seorang Calhaj ONH Plus Asal Sulsel Terlantar di Madinah

Info Haji

Seorang Calhaj ONH Plus Asal Sulsel Terlantar di Madinah

- detikNews
Rabu, 28 Nov 2007 21:17 WIB
Madinah - Berangkat haji dengan fasilitas haji khusus atau ONH plus seharusnya mendapatkan pelayanan lebih baik. Namun tidak bagi seorang jamaah asal Sulawesi Selatan, Dia diterlantarkan di Madinah setelah tertinggal rombongannya yang berangkat ke Makkah.

Selasa (27/11) malam, seorang lelaki tua lugu diantar oleh warga Arab e kantor PPIH Daker Madinah di Jalan Tariqh al-Mathar, Madinah. Sang pengantar menyebutkan calhaj itu ditemukan sedang tersesat.

Petugas PPIH segera menerima lelaki tua yang kurang lancar berbahasa Indonesia itu. Si jamaah tua itu memaparkan dirinya terpisah dari ombongannya seusai shalat Ashar berjamah di Masjid Nabawi dan selanjutnya dia kebingungan untuk kembali ke hotel penginapannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah dicek petugas, dari gelang besi identitas jamaah dan dokumen-dokumen yang dibawanya, diketahui lelaki tua itu bernama La Oddi bin Cungkai (67) beralamat di RT 01 RW 01, Mallusesalo, Sabang Pane, Wajo, Sulsel.

La Oddi merupakan salah satu dari 69 jamaah haji khusus dengan biaya ONH Plus sebesar Rp 40 juta yang dikelola PT Safa Insani Armani Tour.

Karena tidak mengetahui penginapannya, petugas membawanya ke berbagai hotel di sekitar Masjid Nabawi. Namun usaha ini tak berhasil karena si kakek juga tidak ingat hotelnya.

Petugas lalu menghubungi nomor telepon seseorang bernama Haminzar Arif, yang disebut sebagai contact person PT Safa Insani Armani Tour sesuai yang tertera dalam dokumen.

Telepon diangkat, dan dijawab oleh seorang lelaki yang membenarkan bernama Haminzar. Dia juga membenarkan La Oddi adalah jamaah yang berada dalam tanggung jawabnya. Kepada petugas, Haminzar meminta La Oddi diantar ke Hotel Saha Safir Madinah, karena La Oddi menginap di lantai 8 hotel itu dan selanjutnya ditinggal saja.

Petugas pun kemudian mengantarkan La Oddi ke hotel yang disebut. Sesampai di lobi hotel, petugas PPIH menghubungi lagi Haminzar. Namun Haminzar hanya menjawab lewat SMS agar La Oddi ditinggal saja dan akan diurus guide hotel. Dia juga mengaku sedang berada di lantai 12 hotel tersebut.

Petugas PPIH tidak bersedia meninggalkan Oddi jika belum bertemu Haminzar. Ketika dihubungi lagi, jawaban yang diberikan Haminzar berbeda lagi. Dia mengaku masih di Indonesia dan tetap meminta Oddi ditinggal saja.

Tak mau terjadi hal buruk, akhirnya petugas membawa La Oddi kembali ke kantor PPIH Daker Madinah.

Selama di kantor Daker, petugas terus berupaya menghubungi Haminzar. Pada kesempatan pertama, Haminzar mengaku petugasnya sedang menuju ke Madinah. Namun lama ditunggu petugas yang dimaksud tak datang juga. Sepuluh jam kemudian dia menjawab petugasnya baru saja tiba dan masih kelelahan.

Selama di kantor Daker, tak seorang petugas yang dimaksud Haminzar datang. Baru pada Rabu (28/11/2007) pagi, Oddi dijemput. Itu pun oleh Anwar dan Ilham, dua kerabatnya.

Anwar adalah jamaah satu rombongan dengan Oddi sebagai haji khusus yang dikelola PT Safa Insani Armani Tour. Sedangkan Ilham memang menetap di Makkah.

Ilham, salah seorang dari penjemput itu bercerita, bahwa dia dihubungi Anwar untuk mencari La Oddi yang masih tertinggal di Madinah, sedangkan rombongan sudah berada Makkah. Setelah mencari ke berbagai tempat, keduanya bernisiatif mencari ke kantor Daker Madinah dan akhirnya bertemu Oddi.

Sedangkan Anwar memaparkan dia berkali-kali menghubungi Haminzar namun tidak pernah dijawab. Diceritakannya juga bahwa sejak keberangkatan ke Madinah dengan mengunakan pesawat Brunei Airlines, mereka tidak pernah bertemu dengan petugas dari travel biro yang bernama Haminzar itu.

Atas kejadian itu, pelaksana pemantau BIPHK/KBIH Daker Madinah Khairuddin Syam, menilai PT Safa Insani Armani Tour telah melanggar ketentuan karena telah menelantarkan jamaahnya dan tidak berusaha mencari jamaahnya yang hilang dan tersesat.

"Saat kami hubungi PT Safa Insani Armani Tour melalui saudara Haminzar Arif, ternyata tidak bersedia ditemui dan hanya mengirim dua kali SMS dari dua nomor berbeda. Kasus ini akan menjadi catatan penting bagi kami terhadap biro travel tersebut," ujarnya.
(mbr/bal)


Berita Terkait