Kejadian ini bukan yang pertama kalai sejak program gerakan minum susu bagi usia sekolah (Gerimis Bagus) yang digulirkan Pemda Kab Sukabumi dilaksanakan.
Enam siswa SD Cimahi yang mengalami keracunan itu adalah lain Ida (12), Diva (11), Sarah (11), Dian (11), Sona (10), dan Rani (11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat setelah meminum susu yang dikemas dalam plastik, keenam siswa dari 2.090 siswa yang juga turut meminum susu, mengeluhkan pusing dan mual.
Karena kondisi semakin parah, pihak sekolah akhirnya melarikan para korban ke RS Betha Medika di Jalan Cibaraja, Cisaat, Sukabumi..
"Gejalanya sangat lazim terjadi pada orang yang sakit, seperti pusing dan mual. Mereka tidak lama mendapatkan pengobatan di sini, sebab kondisinya sudah mulai membaik," ujar Eni Rahmawati salah satu dokter RS Betha Medika saat ditemui detikcom.
Sementara itu, Kepala Sub Survailance Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Jauhari Muaz yang di hubungi detikcom, mengatakan pihaknya telah mengambil beberapa sampel, termasuk susu yang telah dikonsumsi para siswa, untuk dikirimkan ke laboratorium.
Dari dugaan sementara, susu sapi murni yang telah dibagikan kepada siswa SD Cimahi adalah penyebab terjadinya keracunan. Kami telah menindaklanjutinya dengan melakukan prosedur seperti pengambilan sampel dan melakukan pengecekan lokasi pembuatan susu.
(bal/bal)











































