"Dari gejala seperti mual-mual, muntah disertai kepala pusing, serta badan panas dan menggigil dari warga yang keracunan makanan, bisa dipastikan karena bakteri bukan karena zat kimia," kata Kasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Abdul Rahman Muis.Hal itu disampaikan dia di sela peninjauan terhadap korban keracunan yang dirawat di Masjid Alhidayah, Ibul Besar I, Ogan Ilir, Rabu (28/11/2007).
Namun, Rahman belum bisa memastikan jenis bakteri tersebut karena masih dalam proses penelitian di balai laboratorium Sumsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar hasilnya dapat diketahui pasti dan jelas, sampel lain yang diambil yakni air yang digunakan warga.
Sebelumnya pada Minggu 25 November lalu, ratusan warga Ibul Besar I
keracunan setelah menyantap makanan dan minuman dalam pesta perkawinan yang digelar Nurdin (49), warga RT.7 desa Ibul Besar I.
Mereka mengalami muntah-muntah dan pusing. Karena kapasitas puskesmas tidak memadai, ratusan warga kemudian dirawat di Masjid Alhidayah. Dari 225 korban, yang masih dirawat hingga Rabu (28/11/2007) sebanyak 14 orang.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Ogan Ilir, drg Izwar Arfanni, belum bisa memastikan keracunan warga tersebut, akibat bakteri atau zat sianida yang ada di dalam makanan. Sebab, hasil pemeriksaan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang belum diterima.
"Saya belum bisa menjawab apa penyebab keracunan, apakah kuman atau ada unsur kimia seperi sianida. Sebab, hasil pemeriksaan dari BBLK belum ada.
Kita tidak bisa menduga-duga," jelas Izwar.
(tw/bal)











































