Selain gereja, para polisi itu akan disebar di pusat-pusat perbelanjaan, jalan raya dan tempat keramaian lain di seluruh wilayah Sumsel.
"Di Sumsel ada 209 gereja yang harus diamankan, baik secara terbuka oleh polisi berseragam dan intelijen agar semua potensi gangguan, baik teror bom maupun kerusuhan, dapat diredam," kata Kapolda Sumsel Irjen Pol Ito Sumardi DS di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Rabu (28/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ito menjelaskan, prioritas pengamanan malam Natal dilakukan untuk gereja di Palembang dan Ogan Komering Ulu ()KU) Timur. Kedua daerah tersebut merupakan basis masyarakat Kristiani di Sumsel. "Tingkat gangguan keamanannya juga cukup tinggi," ujarnya.
Menurut Itu, antisipasi pengamanan dilakukan sejak dini, sangat diperlukan agar pada saatnya nanti tidak timbul masalah-masalah yang bisa mengganggu.
"Tapi, saya bersyukur masyarakat Sumsel selama ini memiliki rasa toleransi yang tinggi antarumat beragama, sehingga tidak pernah ada gejolak," tuturnya.
Bentuk pengamanan akan dilakukan dengan sterilisasi gereja beberapa jam sebelum misa atau kebaktian dimulai. Setelah itu, pengamanan dilakukan hingga selesai kebaktian.
"Pengamanan internal juga dilakukan oleh petugas di dalam gereja. Di gereja Katedral Santa Maria Palembang, beberapa tokoh lingkungan Katolik akan disiapkan menjadi pengamanan swakarsa di dalam gedung gereja. Mereka akan bertugas memantau situasi di dalam gereja."
Di tempat terpisah, di kantor Poltabes Palembang, Jakabaring, Palembang, Kapoltabes Palembang Kombes Zainul Arifin, mengatakan pengamanan internal sangat membantu meminimalisasi gangguan karena polisi berseragam tidak mungkin masuk ke dalam gereja selama misa berlangsung.
Pihaknya menyiapkan minimal 1.000 personel yang akan mengamankan acara kebaktian dan malam Natal di seluruh gereja di Palembang. "Kita akan menyebarkan seluruh personel guna mengamankan berlangsungnya misa malam Natal di Palembang," jelasnya.
Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru 2008, sekitar 16 pos pengamanan akan didirikan dan disebar di seluruh titik di Palembang. Khusus tahun baru sekitar 1.500 personel Poltabes akan dikerahkan mengamankan seluruh titik keramaian, seperti Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera dan beberapa wilayah lainnya.
"Kalau tahun baru itu puncaknya, dan malam tahun baru nanti akan kita kerahkan sekitar 1.500 personel. Tetapi, kita juga akan bekerja sama dengan seluruh aparat terkait, seperti Polda, Kodam dan seluruh unsur terkait," katanya.
(tw/bal)











































