"Mereka yang jadi otak, punya dana dan sindikat penyelundup ke luar negeri itu yang harus dapat sanksi hukum berat," kata Presiden SBY di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (28/11/2007).
SBY meminta agar pandangan dan perlakuan terhadap golongan itu tidak disamakan dengan warga sekitar yang terpaksa mencari nafkah untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari menebang hutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rakyat yang hanya mencari nafkah untuk kebutuhan sehari-hari, agar mendapat jalan keluar yang tepat. Ini tugas pemimpin yang ada di depan-depan dan berhadapan langsung dengan rakyat," ujar SBY.
Dikonfirmasi mengenai perintah mengejar otak dan cukong pembalakan hutan, Kapolri Jenderal Pol Sutanto yang ditemui di tempat sama menyatakan, pihaknya sudah menetapkan para buronan yang kini sedang diincar.
"Tapi ya nggak bisa saya sebut namanya. Nanti bisa kabur semua dong," elaknya.
Sedangkan mengenai tindak lanjut bagi rakyat dan pekerja yang kehilangan mata pencaharian akibat perusahaan HPH tempat mereka bekerja ditutup, Sutanto menyerahkannya pada pemda setempat.
Ia lalu mencontohkan perlakuan pada peladang ganja di NAD yang dinilainya tepat sasaran. "Mereka diajari untuk menanam kedelai. Jadi yang dulu tanamannya tidak sah, menjadi sah. Produktif pula," ucapnya. (lh/sss)











































