"Contohnya jalan yang tak ada buswaynya tetap macet. Karena jumlah kendaraan yang tak seimbang," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nurachman di Warung Daun, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
Menurut Nurachman, rasio penambahan kendaraan per tahunnya 9,5 persen. Sedangkan penambahan jalan 0,01 persen.
Selain tak seimbangnya jumlah kendaraan, lanjut Nurachman, pengguna jalan yang tidak sesuai dengan fungsinya seperti adanya kaki lima dan parkir liar. "Perilaku pengguna jalan yang seenaknya seperti zigzag dan berhenti semaunya juga berpengaruh," imbuhnya.
Nurachman menegaskan, untuk mengatasinya perlu ada pemaksaan sistem ke depannya seperti penggunaan busway.
"Busway itu kan bukan setoran, jadi berhenti tepat di halte-halte. Jadi pemaksaan sistem harus dilakukan untuk yang akan datang," pungkasnya.
(mly/nrl)











































