Hal itu disampaikan Sekretaris DPW PKS Jabar Yudi Widiana Adia saat dihubungi detikcom, Rabu (28/11/2007). Menurutnya meski PDIP benar-benar serius dengan pencalonan Agum Gumelar-Rudi Harsa Tanaya pada Pilgub Jabar, yang artinya menutup koalisi dengan partai lain, PKS tidak merasa rugi.
"Jika Partai Golkar pun melakukan hal yang sama dengan mengambil calon hanya dari kadernya. PKS tidak gentar menghadapi dua partai besar itu," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan dari 10 Pilkada yang sudah digelar, kami telah berhasil memenangkan setengahnya. Meski kalah pun, perolehan suara kami rata-rata di atas 35%," ungkapnya.
Ketika disinggung mengenai tidak populernya nama cawagub yang diusung PKS, yaitu Ahmad Heriawan, Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Yudi mengaku tidak masalah.
"Jawa Barat itu kan bukan hanya Bandung. Di sini memang tidak dikenal, tapi di Bekasi, Depok, dan Bogor, nama Ahmad Heriawan tidak asing lagi. Ingat ya, 40% pemilih berada di wilayah itu," ujarnya optimistis.
Saat ini, PDIP sudah mengumumkan akan mengusung pasangan Agum Gumelar-Rudi Harsa Tanaya pada Pilgub Jabar mendatang. Partai Golkar sendiri masih menunggu rapat tim Pilkada yang akan digelar awal Desember mendatang untuk menentukan nama calon. (ern/djo)











































