Dirut PT Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan, pihaknya telah membuat program jangka pendek dan panjang.
Program-program itu disampaikan Budi kepada wartawan di sebuah restoran di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Rabu (28/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nanti permukaan kita tidak lebih tinggi dari air, karena kita memakai barikade. Saat air masuk ke dalam kita pompa ke luar seperti di Belanda," katanya.
Diakui Budi, kasus air pasang yang melanda sejumlah wilayah di taman rekreasi Ancol ini bukan yang pertama kalinya. Berdasarkan pengalaman tahun lalu yang terpenting adalah keselamatan pengunjung, sehingga air tidak boleh meningkat ke atas.
"Misalnya, kita sudah pasang polder di selatan Ancol. Itu seperti danau yang bisa menampung air dari darat lalu kita buang," tuturnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya telah menempatkan pompa-pompa di tempat-tempat yang debit airnya tinggi. Misalnya, kawasan Marina. Sedikitnya ada 40 pompa air berukuran 12 inci yang dipasang untuk menangkis air pasang.
Khusus untuk Marina, tanggul penahan air akan ditinggikan lagi. "Yang tadinya hanya 30 cm mau kita tinggikan sampai 70 cm," ujarnya.
Untuk kasus air pasang kali ini, Budi mengaku tidak ada kerusakan berarti, sehingga tidak ada kerugian yang diderita.
Dia menambahkan untuk zona larangan berenang tidak akan ditambah meski air pasang, karena hanya permukaan air yang naik. Yang berbahaya adalah jika terjadi badai.
"Makanya kita sekarang sedang cari info tentang data air pasang, badai, curah hujan," kata Budi.
Dari pantauan detikcom, air pasang di kawasan wisata itu masih tampak di beberapa titik. Genangan yang masih terlihat lumayan tinggi berada di kawasan Marina.
(umi/nrl)











































