"Perubahan iklim adalah sebuah isu keadilan. Adalah masyarakat termiskin dunia yang akan paling menderita. Sedangkan mereka bukanlah pihak yang paling bertanggung jawab atas dampak perubahan iklim tersebut," kata Menteri Pembangunan Internasional Inggris Douglas Alexander.
Hal ini disampaikan dia dalam keterangan tertulis melalui Kedubes Inggris di Jakarta, Rabu (28/11/2007). Dia menanggapi laporan United Nations Development Programme (UNDP) yang menyebutkan dampak perubahan iklim akan menyerang masyarakat termiskin di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan intensitas kejadian-kejadian cuaca mengarah ke banjir dan kekeringan, migrasi paksaan, dan meningkatnya konflik, lanjut dia, bisa membawa lebih banyak masyarakat pada kemiskinan.
"Sementara pihak yang bertanggung jawab akan terus makmur," ujar Alexander.
Pihaknya pun berkomitmen menghindari bahaya perubahan iklim dan menolong negara-negara miskin untuk mempersiapkan diri terhadap dampak-dampak perubahan iklim.
"Para pemimpin dunia harus bersatu pada pertemuan perubahan iklim di Bali bulan Desember mendatang untuk memulai proses merancang sebuah perjanjian perubahan iklim di masa depan," kata Alexander.
Negara-negara berkembang, sambung dia, juga harus memainkan peran dan harus menunjukkan keinginan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan karbon rendah.
"Kita perlu membantu mereka melakukannya. Ini bisa dilakukan, dan kita harus mulai melakukannya sekarang," pungkas Alexander. (sss/ana)











































