Sekitar pukul 15.00 WIB acara usai. Tiba-tiba saja bagian Biro Pers Wapres mengumumkan JK akan sidak ke RS Koja. Wartawan yang diminta berangkat lebih dulu ke RS Koja pun buru-buru masuk bus.
Setibanya rombongan wartawan di RS Koja, di lobi rumah sakit yang terletak di Jl Deli, Jakarta Utara, itu, sudah ada Prijanto. Dia terlihat sedang meminta seorang sekuriti memanggil Kepala RS Koja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siap Pak, siap Pak," sahut keamanan tersebut sambil terbirit-birit masuk ke dalam rumah sakit.
Sekitar pukul 15.15 WIB, rombongan JK tiba. Prijanto dan Kepala RS Koja Nur Abadi sudah siap menyambut JK.
JK bersama rombongan tanpa ba-bi-bu langsung menuju ruang UGD. Dia melihat-lihat pasien diare yang kebanyakan anak-anak. Saking banyaknya, JK penasaran dan bertanya jumlah pasien diare tersebut.
"Ini berapa jumlahnya sekarang?" tanya JK sambil memegangi dagunya.
"Hari ini 25. Kalau sebulan 340 pasien totalnya. Kebanyakan anak kecil, balita. 10 Persennya orang dewasa," jawab Nur Abadi.
"Itu kenapa kok bisa begitu," tanya JK heran.
"Ada banyak faktor, Pak. Salah satunya karena kekurangan air bersih dan banyak yang minum air isi ulang untuk membuat susu dan tidak direbus. Hanya melalui dispenser," jawab Pak Dokter yang terus mendampingi JK.
Kedatangan JK bersama rombongan dan wartawan ternyata membuat gerah ruangan. Sampai-sampai JK meminta wartawan keluar dari ruangan UGD.
"Ini tidak bisa penuh-penuh kayak begini. Wartawan keluar saja biar ada udara buat pasien," pinta JK.
Wartawan pun terpaksa balik badan ke luar ruangan. Sementara JK menengok seorang pasien balita yang kondisi diarenya sudah parah dan harus dirujuk ke rumah sakit lain.
Baru 10 menit sidak, JK dan rombongan langsung keluar. Tak lupa Prijanto mendampingi Pak Wapres sampai mobilnya menghilang dari pandangan. Pffiiuuhhhh...
(ana/sss)











































