Pihak perusahaan buka suara soal petugas satuan pengamanan (satpam) yang menegur pengemudi Toyota Alphard karena menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat (Jakpus). Pihak perusahaan membela sekuriti bernama Victor Harefa itu karena menjalankan tugas pengamanan area proyek.
"Perusahaan memberikan apresiasi kepada petugas keamanan yang telah berupaya menjalankan tugasnya dalam menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan ketertiban di sekitar area proyek, sekaligus terus mendorong profesionalitas dan sisi humanis dalam menjalankan tugasnya," kata Project Manager WIKA-RAU KSO lewat akun Instagram @ext.concoursemrtbhiwikarau, Jumat (24/7/2026).
WIKA-RAU KSO menyatakan Victor Harefa merupakan salah satu petugas keamanan yang bertugas di area proyek extended concourse Bundaran HI, WIKA-RAU KSO, yang ditugaskan mendukung pengamanan area proyek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WIKA-RAU KSO menyatakan pihaknya mengedepankan profesionalisme, kepatuhan terhadap prosedur kerja, serta keselamatan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area proyek.
"Perusahaan juga akan memastikan setiap personel yang menjalankan tugasnya secara profesional memperoleh perlindungan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
WIKA-RAU KSO juga menyatakan berkomitmen menindaklanjuti setiap kejadian sebagai bagian dari proses evaluasi untuk terus meningkatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelaksanaan pekerjaan di area proyek.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mematuhi rambu, marka, dan isyarat lalu lintas demi keselamatan bersama," imbaunya.
Pramono: Sekuriti Jalankan Tugasnya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyampaikan hal senada. Dia membela sekuriti tersebut, yang dianggapnya sedang menjalankan tugas pengamanan.
"Kebetulan saya menonton secara berkali-kali satpam yang ada di depan dekat dengan penyeberangan Pullman ke Grand Hyatt. Dan dari data CCTV yang juga kita miliki sebenarnya lebih lengkap dari apa yang viral tadi," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7).
"Yang pertama adalah untuk nasibnya satpam, saya akan meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan," tambahnya.
Dia mengatakan satpam justru menjalankan tugas dengan baik. Sementara itu, sopir Alphard melanggar lalu lintas serta ditemukan tidak menggunakan pelat asli.
"Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali. Dan terlihat bahwa mobil Alphard itulah yang kemudian melanggar. Dan kemudian kami juga mendapatkan laporan bahwa mobil yang pakai pelat itu adalah plat palsu," ucapnya.
Pramono meminta penegak hukum memberi sanksi kepada sopir Alphard tersebut. Pramono menyampaikan, apabila kasus tidak bisa diselesaikan secara baik, sopir Alphard akan merasa berkuasa dan tidak merasa bersalah atas perbuatan tersebut.
"Jadi untuk satpamnya, sekali lagi, saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa. Karena satpam inilah yang menjalankan tugas dan semua orang melihat dari CCTV maupun CCTV yang lebih lengkap yang sebenarnya dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta. Wajahnya yang marah juga kita sudah tahu sekali," tambahnya.
Lihat Video 'Pramono Bela Satpam yang Dipersekusi Pengemudi Alphard':










































