Hukuman ini tengah dibahas untuk mengatasi meningkatnya masalah kedisiplinan termasuk perkelaian geng dan bullying.
Sesuai ketentuan yang berlaku saat ini, hanya siswa laki-laki yang bisa dipukul rotan di sekolah-sekolah Malaysia. Namun itu pun jarang terjadi dan hanya untuk kasus-kasus serius. Mereka dipukul di bagian bokong atau telapak tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini dikarenakan ada lebih banyak anak perempuan di sekolah-sekolah dan sebagian dari mereka kini menjadi sangat bermasalah," tuturnya seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (28/11/2007).
Sekjen serikat para guru Loke Yim Pheng mendukung hukuman rotan tersebut. Dikatakannya, para siswi saat ini jauh lebih nakal dibandingkan para siswa. "Para siswi dengan masalah disiplin berat harusnya diberikan pendekatan keras jika pendekatan lembut tidak berhasil," tegasnya.
Para guru yang menghadiri seminar pendidikan nasional itu menyarankan agar hukuman rotan untuk murid perempuan yang nakal hanya bisa dilakukan pada telapak tangan mereka. Hukuman itu pun hanya boleh dilakukan oleh guru perempuan dalam ruangan tertutup. (ita/sss)










































