Kebetulan itu antara lain adanya surat permintaan agar Polly ditugaskan sebagai aviation security yang ditandatangani Wakil Kepala BIN M As'ad.
Selanjutnya Polly yang terbang sebagai extra crew pada 6 September 2004 dengan pesawat yang sama dengan Munir. Kebetulan pula Polly menawari Munir berpindah kursi sebelum akhirnya tewas terkena racun arsenik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Flight number adalah permintaan dari penerbang.Β Yang bersangkutan (Polly) minta dengan 974, jadi saya tulis saja dengan 974," ujar terdakwa kasus Munir, Chief Secretary Pillot Airbus 330 Rohainil Aini.
Hal itu disampaikan dia dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2007).
Saksi yang dihadirkan ke muka sidang, Manager Crew Tracking Hermawan mengatakan, perubahan jadwal terbang bisa dilakukan Chief Pilot atau kru yang bersangkutan dengan melalui SMS.
"Pilot yang sedang tidak aktif (tidak terbang) bisa menjadi extra crew," kata Hermawan.
Menurutnya, masing-masing sekretaris pilot 3 jenis pesawat berhak mengubah jadwal penerbang atas nama chief pilot. (nvt/nrl)










































