Tak Sadar Berbuah Pemalsuan

Cagar Budaya Indonesia

Tak Sadar Berbuah Pemalsuan

- detikNews
Rabu, 28 Nov 2007 14:19 WIB
Jakarta - Banyak benda-benda cagar budaya milik Indonesia yang hilang atau diselundupkan ke luar negeri. Tidak sedikit kerugian yang diderita oleh bangsa kita. Mengapa kasus-kasus serupa terus terjadi?

"Banyak masyarakat kita yang belum sadar. Akhirnya mereka memalsu enda-benda cagar budaya," ujar ujar Direktur Jenderal Sejarah dan urbakala Departemen Kebudayaan dan pariwisata (Depbudpar), Hari Untoro Dradjat.

Hal tersebut dia sampaikan dalam perbincangan dengan detikcom di kantor Depdiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (28/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu banyak juga penemuan-penemuan benda cagar budaya yang tidak dilaporkan ke pemerintah. "Padahal nanti akan kita beri uang pengganti. Sebab, negara yang berhak memiliki benda-benda tersebut,"kata Hari.

Untuk mengantisipasi agar peristiwa semacam ini tidak terjadi lagi, Hari meminta masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya benda purbakala bagi bangsa Indonesia. Ia juga berjanji akan terus menyosialisasikan tentang hal ini.

"Sebenarnya kita sejak zaman Belanda telah ada dokumentasi, inventaris oleh juru pelihara, baik di pusat ataupun di daerah-daerah. Ini dimaksudkan untuk menyelamatkan temuan-temuan benda cagar budaya. Oleh karena itu, kita akan terus menyosialisasikan tentang hal ini," tutur pria berkacamata ini.

Hari juga berjanji akan mengupayakan revisi UU Nomor 5 Tahun 1992 tentang benda cagar budaya agar ada landasan hukum yang lebih kuat untuk menyelamatkan benda-benda warisan nenek moyang bangsa kita tersebut.

(anw/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads