BNN Soroti Marak Liquid Vape Kandungan Etomidate Sasar Anak Muda

BNN Soroti Marak Liquid Vape Kandungan Etomidate Sasar Anak Muda

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 23 Jul 2026 10:32 WIB
Kepala BNN dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor (Rizky/detikcom)
Foto: Kepala BNN dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Lido, Bogor (Rizky/detikcom)
Jakarta -

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti maraknya penyalahgunaan liquid vape yang mengandung zat berbahaya, termasuk etomidate. BNN menyebut pola ancaman narkotika saat ini terus berubah dengan memanfaatkan medium yang dekat dengan gaya hidup anak muda.

Hal itu disampaikan Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional, di Lido, Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Suyudi mulanya mengatakan data prevalensi nasional penyalahgunaan narkotika saat ini mencapai 2,11 persen atau setara 4,15 juta jiwa.

"Data prevelensi nasional penyalahgunaan narkotika saat ini berada di angka 2,11% atau setara 4,15 juta jiwa dengan angka peningkatan tertinggi didominasi oleh remaja, usia 15 sampai 24 tahun, kelompok usia yang merupakan tulang punggung pembangunan di masa depan," kata Suyudi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, ancaman narkotika kini berkembang seiring munculnya berbagai New Psychoactive Substances (NPS). Dia mengatakan modus penyelundupan narkotika semakin kompleks, hingga memanfaatkan media yang dekat dengan anak muda.

"Pola ancaman juga berubah, muncul berbagai New Psychoactive Substances (NPS) modus penyelundupan yang semakin kompleks serta penyalahgunaan medium yang dekat dengan gaya hidup anak muda," ujarnya.

"Termasuk liquid vape yang bisa disusupi zat berbahaya maupun narkotika. saat ini setidaknya terdapat 1.452 NPS di tingkat global, di mana 178 jenis di antaranya telah terindetifikasi masuk ke Indonesia," sambungnya.

Suyudi mengungkapkan hasil pengujian laboratorium BNN terhadap sejumlah sampel liquid vape yang beredar di masyarakat menemukan kandungan kanabinoid sintetis, metafifemin, dan etomidate.

"Hasil pengujian laboratorium BNN terhadap sejumlah smapel liquid vape yang beredar di masyarakat menemukan adanya kandungan kanabinoid sintetis, metafifemin, dan etomidate," ungkap dia.

Menurutnya, temuan tersebut menegaskan jika modus kejahatan narkotika terus beradaptasi. Sehingga, kata dia, strategi pemberantasan juga harus bergerak lebih cepat, lebih integratif, dan lebih adaptif.

Dia mengatakan BNN terus berupaya mewujudkan pencegahan dan pemberantasan narkotika sesuai dengan Asta Cita pemerintah. Dia mengatakan pihaknya telah merekomendasikan pelarangan penggunaan vape.

"BNN RI telah merekomendasikan pelarangan ketat atas produk vape atau rokok elektrik kepada DPR RI yang disampaikan dalam RDP bersama Komisi III DPR," ujarnya.

"Kaitan dengan hal tersebut BNN RI juga telah menyelenggarakan FGD dan seminar tata kelola pengaturan vape dengan stakeholder terkait, hal ini kemudian ditindaklanjuti oleh Kemenkes RI yang telah merespons dan bertindak tegas dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang telah memasukan zat etomidate ke dalam narkotika golongan 2," imbuhnya.

(amw/dhn)


Berita Terkait