"Monas tingginya berapa Pak? tanya salah seorang bocah SD ke Gubernur DKI Jakarta bernama lengkap Fauzi Bowo di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
"117 meter," jawab Foke yang mengenakan batik warna coklat di hadapan 34 anak-anak murid kelas 4 hingga 6 SD se-Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untung gubernurnya ngerti. Coba kalau nggak ngerti, e'o deh," ujar Foke merujuk kata 'bego' yang langsung disambut gelak tawa riang anak-anak.
Salah satu anak pun menyeletuk, "Ya sudah pasti nggak kepilih dong Pak (kalau nggak ngerti)." Mendengar itu, Foke pun tersenyum.
Foke sempat bercerita tentang sejarah Jakarta sambil menunjuk sebuah lukisan Sri Hadi yang merupakan guru besar pelukis ITB. Lukisan abstrak tersebut berisi gambar dinding keadaan Jakarta dari sebelum merdeka sampai kini yang semakin padat.
"Dulu, Jakarta dibangun tahun 1527. Jakarta dulu masih banyak pohon. Waktu itu ada penjajah Portugis masuk Jakarta, tapi Fatahillah perang dengan mereka. Akhirnya Jakarta bisa direbut kembali," cerita Foke ditanggapi wajah-wajah serius bocah berusia rata-rata 9 hingga 11 tahun tersebut.
Anak-anak yang bisa bertemu Foke adalah pemenang lomba karya tulis tentang 'Stop Bullying' yang diadakan majalah Bobo. Mereka berasal dari Nias, Ambon, Jakarta, Yogyakarta, Kupang dan Manado.
(nik/sss)










































