Berdasarkan pantauan detikcom, Rabu (28/11/2007), di sekitar Jl Departemen Pertanian, Jakarta Selatan, jalanan terlihat sepi. Hanya ada beberapa mobil dan motor. Namun di dekat Kompleks Departemen Kehakiman hingga Jl Mangga Besar, terjadi penumpukan kendaraan.
Busway terlihat sepi karena TransJ masuk ke busway arah berlawanan dan jalurnya tidak diserobot oleh kendaraan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Manajer Pengendali Operasional Transjakarta Rene Nunumete, wajar jika pengguna jalan belum mengetahui TransJ dari Ragunan ke Kuningan kini lewat jalur sebaliknya.
"Kan baru diuji coba hari ini. Nanti kalau efektif, kita buat pengumuman," ujar Rene kepada detikcom.
Menurut Rene, uji coba tersebut merupakan inisiatif polisi untuk mengatasi keterlambatan laju TransJ akibat kebijakan dibolehkannya kendaraan pribadi dan umum masuk busway mulai Senin 12 November 2007 lewat Operasi Jala Jaya.
Uji coba TransJ melawan arah, tutur Rene, juga diterapkan pada koridor III (Harmoni - Kalideres) dan IV (Pulogadung - Dukuh Atas). Untuk koridor III, TransJ berlawanan arah dari Jl Harmoni (Cideng) hingga Jl Biak. Sedangkan untuk koridor IV mulai dari Jl Matraman hingga ke Jl Tambak.
Untuk koridor III, menurut Rene, hanya diterapkan pada pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB. Sedangkan untuk koridor IV diterapkan pada pukul 6.30 hingga pukul 10.00 WIB.
"Penerapan uji coba untuk koridor III sudah sebulan lalu sedangkan pada koridor IV sudah diuji coba 2 minggu lalu," pungkas Rene.
Uji coba arus TransJ melawan arah untuk koridor VI baru diterapkan hari ini. TransJ dari Ragunan berlawanan arah mulai di Jl Pejaten hingga Jl Mampang Prapatan. Setelah itu masuk jalur aslinya kembali. Sedangkan untuk TransJ dari Kuningan ke Ragunan, mulai dari Kuningan Timur masuk ke jalur reguler/arteri. Lalu akan masuk busway kembali mulai di Pejaten hingga finish. Kebijakan ini hanya diberlakukan pada pukul 6.30 WIB hingga 10.00 WIB.
Ana (32), yang naik TransJ dari Kuningan menuju arah Ragunan, terpaksa harus turun tidak di halte semestinya karena kebijakan ini. Dia harusnya turun di halte Buncit Indah. Tapi karena bus melaju di jalur reguler, dia tidak bisa turun di halte itu. Dia baru bisa turun di halte Pejaten setelah bus masuk kembali ke busway.
"Untung kantor saya dekat dengan Pejaten, jadi saya bisa jalan kaki ke kantor. Meski keringatan sih," ujar karyawati swasta ini sambil menyeka keringatnya. (nik/nrl)











































