"Saya lihat PDIP mencoba momentum ini untuk mendapatkan simpati publik yang lebih luas. Karena konvensi dianggap sebagai metode yang demokratis," kata pengamat dari lembaga kajian politik Indo Barometer, M Qodari kepada detikcom, Rabu (28/11/2007).
Menurut dia, gagasan PDIP untuk menggelar konvensi memang cukup menarik. Sekalipun, konvensi yang meniru pola Partai Golkar itu hanya untuk menjaring bakal wapres yang akan diusung untuk mendampingi Megawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, peserta konvensi juga harus fair. Yang kalah juga tidak balik memusuhi," imbuhnya.
Qodari mengingatkan, kriteria pemenang konvensi juga harus diperjelas. Jangan sampai PDIP mengulang pengalaman pahit saat menjaring bakal cawagub dalam Pilkada DKI 2007.
"Yang paling traumatik kan saat pilkada DKI lalu. Bakal calonnya sudah keliling kesana kemari tetapi yang terpilih malah yang lainnya," pungkasnya.
(fiq/ndr)











































