Jadi Presiden Memang Harus Rajin Cuci Piring

Jadi Presiden Memang Harus Rajin Cuci Piring

- detikNews
Rabu, 28 Nov 2007 06:04 WIB
Jakarta - Urusan 'cuci piring' atas pesta pora masa lalu yang dikeluhkan Presiden SBY dinilai wajar-wajar saja. Tanpa harus mengeluh, sudah selayaknya seorang Presiden 'rajin-rajin cuci piring'.

"Saya kira setiap presiden di Indonesia memang harus cuci piring. Terutama presiden pasca Orde Baru. Itu konsekuensi logis, bukan sesuatu yang perlu dikeluhkan, namun perlu diberi jawaban," kata pengamat dari lembaga kajian politik Indo Barometer, M Qodari kepada detikcom, Rabu (28/11/2007).

Tidak bisa dipungkiri, lanjut dia, selama pemerintahan Orde Baru, telah terjadi pesta kekuasaan secara besar-besaran. Inilah yang menyisakan pekerjaan berat bagi pemimpin selanjutnya. Sekalipun pemimpin saat ini juga pernah menjadi bagian dari Orba.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasti ada rasa lelah, capek. Karena setiap presiden pasca Orde Baru itu harus mencuci piring dari pesta besar puluhan tahun itu," urainya.

Dia mencontohkan, ungkapan spontan rasa lelah itu pernah dilontarkan oleh presiden sebelumnya. "Itu kan senada dengan saat Megawati dulu, ketika dia mengatakan birokrasi seperti keranjang sampah," imbuhnya.

Meski demikian, lanjut dia, ada pesan yang bisa dicamkan bagi mereka yang ingin maju dalam bursa pilpres 2009 nanti. Pesan SBY itulah yang kelak akan menjadi tantangan para capres.

"Mungkin pesannya, kalo ingin jadi presiden itu tidak mudah. Tidak seperti dulu pada masa Orba. Dulu menjadi presiden itu momen pesta. Tapi sekarang, mau jadi Presiden itu momen cuci piring," kelakarnya.
(fiq/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads