Seorang warga Desa Eretan, Mukimin (35) menuturkan, air pasang ini didahului dengan surutnya air laut sejauh 10 meter dari bibir pantai.
Air surut itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB, Selasa (27/11/2007). Namun pada pukul 16.00 WIB, air mulai naik hingga mencapai rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pukul 20.15 WIB, air laut masih menggenangi pemukiman warga hingga setinggi paha orang dewasa. Meski khawatir air laut terus mengalami pasang, namun warga masih enggan mengungsi. Warga memilih tetap bertahan di rumahnya.
"Kalau melihat kondisi kemarin, air biasanya surut lagi sekitar pukul 02.00 WIB atau 03.00 WIB dinihari nanti. Namun ketinggiannya belum normal, jadi warga masih takut," jelas Mukimin.
Selain melanda pemukiman warga, air pasang juga menggenangi ratusan hektar lahan tambak ikan dan udang di kawasan itu. Akibatnya, nelayan enggan melaut karena jalur pintu masuk kapal nelayan tidak tampak. Mereka juga khawatir dengan ancaman gelombang tinggi.
(fiq/ndr)











































