Bentrok kali ini terjadi, Selasa (27/11/2007), di Desa Pergulaan, Kecamatan Se Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) yang masuk dalam wilayah Kebun Rambung Sialang, PT Lonsum. Akibatnya seorang warga, terluka di bagian badannya.
Bentrokan yang terjadi pada Selasa siang, dipicu kegiatan penggalian security drain dengan kedalaman sekitar 4 meter dengan lebar 3 meter yang dilakukan PT Lonsum. Saat penggalian yang menggunakan escavator itu, sekitar 200 orang warga desa yang keberatan kemudian mendatangi lokasi pengerjaan yang dikawal sejumlah aparat keamanan dan pertugas keamanan internal PT Lonsum.
"Kami minta agar penggalian tersebut dihentikan karena memutuskan jalur transportasi warga desa," kata Misinah, Wakil Ketua Badan Perjuangan Masyarakat Pergulaan (BPMP) kepada wartawan di lokasi kejadian.
Namun permintaan itu tidak digubris. Akibatnya terjadi bentrokan. Masyarakat dan petugas keamanan PT Lonsum terlibat saling dorong dan lempar dengan petugas yang mengamankan lokasi. Minan, 35 tahun, salah seorang warga mengalami luka di bagian badan. Namun tidak sampai dirawat di rumah sakit.
Menurut Misinah, kekesalan warga terutama karena PT Lonsum secara sepihak berusaha mengisolir warga dengan membuat galian parit. Padahal tanah yang digali masih dalam sengketa kepemilikan antara warga Pergulaan dengan PT Lonsum.
"Karena penggalian parit ini, kami tidak bisa ke lahan pertanian kami masing-masing, kesulitan memasarkan produk pertanian," kata Misinah.
Berkaitan dengan bentrok ini, External Communications Manager PT Lonsum, Andriyanto menyatakan, penggalian security drain ini merupakan upaya pengamanan internal perusahaan untuk menghindari pencurian dan tidak mengisolir warga, sebab masih ada jalan lain. Penggalian itu pun dilakukan di lahan Lonsum yang sah secara hukum.
Sengketa lahan Pergulaan dengan PT Lonsum terjadi sejak tahun 1974. Menurut warga PT Lonsum menggusur lahan pertanian milik mereka dengan cara intimidasi secara fisik dan teror mental. Mereka juga dipaksa menandatangani surat ganti rugi atas tanaman yang disaksikan aparat kecamatan, keamanan dari kepolisian dan militer setempat. Total lahan yang diambil seluas 165,6 hektar.
(rul/asy)











































