Polly Nyengir Ditanya Hakim Soal Keturunan Majapahit

Polly Nyengir Ditanya Hakim Soal Keturunan Majapahit

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 18:05 WIB
Jakarta - Rekaman pembicaraan Pollycarpus Budihari Priyanto dengan mantan Dirut PT Garuda Indonesia Indra Setiawan memang mencengangkan. Selain menyebut 'orang kita' juga membawa-bawa Kerajaan Majapahit.

"Saya kan ada keturunan Majapahit." Kurang lebih seperti itulah celetukan Polly kepada Indra. Benarkah?

"Enggak, Pak. Saya hanya pergi ke petilasan Raden Wijaya. Yang saya sampaikan hanya untuk memberi spirit ke Pak Indra," ujar Polly sambil cengar-cengir saat memberi kesaksian untuk Indra di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (27/11/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu disampaikan Polly saat menjawab rasa penasaran hakim terkait celetukan pilot Garuda itu dalam rekaman.

Polly menegaskan tidak memiliki kenalan pejabal tinggi di pemerintahan. Pernyataan 'Bagir (Ketua MA) orang kita' dan istilah Petruk untuk mantan Jaksa Agung Abdulrahman Saleh adalah kekhilafan.

"Saya sudah minta maaf lewat media. Saya juga minta maaf di sini," imbuh Polly yang mengenakan kemeja kotak-kotak.

Ditambahkan Polly, dia merasa heran mendapat telepon dari Indra. "Kenapa Pak Indra bisa telepon saya. Kenapa dari tahanan bisa telepon saya," cetusnya.

Pada sidang tersebut, didengar pula keterangan saksi Hermawan yang merupakan manajer kru tracking Garuda.

"Tidak semua pegawai Garuda bisa gunakan extra crew. Hanya pilot aktif," ujar Hermawan.

Dia menjelaskan, Polly bisa terbang dengan fasilitas extra crew bila sedang menjalankan dinas.

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan 7 pegawai Garuda digelar 4 November 2007.
(nvt/nrl)


Berita Terkait