Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menindaklanjuti informasi rencana pemasokan obat keras tramadol menjelang demo di Jakarta. Polisi memastikan akan mengusut penyebaran obat keras.
Berdasarkan postingan yang beredar, disebutkan akan ada pemasokan tramadol saat aksi unjuk rasa. Namun belum diketahui kapan dan terkait apa demo tersebut.
Postingan itu juga memperlihatkan rute pendistribusian tramadol saat aksi pada Agustus tahun lalu. Pengunggah meminta pihak kepolisian menindaklanjuti informasi itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Postingan tersebut kemudian ditanggapi oleh akun resmi Polda Metro Jaya dan akan menindaklanjuti info tersebut.
Saat dihubungi, Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David mengatakan polisi akan mendalami informasi tersebut. Polisi akan menindak jika terbukti ada peredaran narkoba.
"Kita dalami. Semua peredaran gelap kita tindak," kata Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David saat dihubungi, Selasa (21/7/2026).
Polda Metro Jaya, menurut Ahmad David, intens melakukan penindakan terhadap penyebaran obat keras. Sepanjang 2026, Polda Metro Jaya menyita 53,7 juta butir obat keras dan menangkap ratusan tersangka.
"Banyak sekali penindakan yang sudah kita lakukan. Luar biasa kita berantas. Selama tahun 2026. Polda Metro Jaya dan polres jajaran telah mengamankan 53,7 juta butir obat berbahaya dan mengamankan 681 tersangka," jelasnya.
Polisi mengimbau masyarakat untuk ikut aktif melapor jika mendapati adanya informasi peredaran obat keras. Pihak kepolisian akan langsung melakukan penindakan.
"Masyarakat selalu kita minta berperan aktif untuk melaporkan," imbuhnya.
Lihat juga Video 'Peringatan BPOM Terkait Bahaya Penyalahgunaan Tramadol':










































