Seniman Sumsel Cemaskan Patung Pasemah Dicuri

Seniman Sumsel Cemaskan Patung Pasemah Dicuri

- detikNews
Selasa, 27 Nov 2007 16:07 WIB
Palembang - Para seniman Sumatera Selatan (Sumsel) meminta pemerintah menjaga arca dan artefak peninggalan kebudayaan Pasemah, yang banyak tersebar di Sumatera Selatan. Mereka curiga sejumlah pemburu benda-benda purbakala telah mengincar hasil karya seni yang diciptakan sekitar 2.000 sebelum masehi itu.
 
"Patung-patung Pasemah nilainya sangat tinggi. Patung-patung itu merupakan simbol peradaban tinggi yang ada di Indonesia. Pemerintah harus menjaganya dari tangan para pencuri," kata seniman Jajang R. Kawentar melalui telepon kepada detikcom, Selasa (27/11/2007).
 
Menurut Jajang, yang kini menetap di Lahat, dirinya seringkali melihat kedatangan orang asing ke Lahat dan Pagaralam. "Mereka mengaku melakukan penelitian, tapi hasilnya tidak pernah dipublikasi, dan mereka juga tampak tidak mau diajak berdialog. Seharusnya pemerintah harus mencurigai turis seperti ini. Jangan kira semua turis itu berniat positif," lanjut dia.
 
Hal yang sama dikatakan perupa Erwan Suryanegara yang pernah melakukan penelitian patung-patung Pasemah itu. "Bila patung-patung itu hilang, sejarah peradaban Indonesia akan hilang. Patung-patung Pasemah itu merupakan bukti sejarah manusia Indonesia prasejarah," kata magister senirupa ITB itu.

Menurut Erwan, patung-patung Pasemah tersebar di sejumlah daerah di Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung. Di Sumatera Selatan antara lain di Lahat, Pagaralam, Empat Lawang, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ulu Selatan.
 
"Saya khawatir Visit Musi 2008 dimanfaatkan para pencuri-pencuri asing untuk memantau dan mengondol patung-patung Pasemah ini. Saya sangat berharap pemerintah mengawasi produk sejarah ini," kata dia. Patung Pasemah yang terkenal antara lain Batu Gajah, Manusia dan Harimau, dan lainnya.
 
"Selain itu, di Sumsel ini banyak juga arca peninggalan kerajaan Sriwijaya yang belum tegali atau ditemukan. Saya pernah dengar banyak pemburu harta karun menemukan arca Sriwijaya yang kemudian dijual ke pasar-pasar gelap," kata dia.
(tw/asy)


Berita Terkait